alexametrics
Kamis, 15 Apr 2021
radarsolo
Home > Olahraga
icon featured
Olahraga

Muka Lama Persis Solo Mulai Berdatangan, Joko Susilo Masih Berhalangan

07 April 2021, 07: 05: 59 WIB | editor : Perdana

Bek Persis Solo musim lalu Joko Susilo saat bertugas di kesatuannya.

Bek Persis Solo musim lalu Joko Susilo saat bertugas di kesatuannya. (ISTIMEWA)

Share this      

SOLO - Beberapa pemain lama Persis Solo kembali gabung. Mulai dari Hapidin, M. Isa, Irfan Afghoni, hingga Sendri Johansyah. Beberapa pemain magang musim lalu juga terlihat gabung di sesi latihan perdana Persis di Stadion UNS, kemarin (6/4).

“Harapan saya  tentu masih ingin bertahan di Persis Solo,” terang Hapidin. 

Sejatinya ada beberapa pemain musim lalu yang kabarnya juga dipanggil untuk bergabung. Namun, ternyata masih berhalangan. Mulai dari Joko Susilo, hingga Iman Budi Hernandi.

Baca juga: Azka Fauzi Comeback ke Persis, Reunian dengan Coach Eko

Joko mengaku memang dapat undangan bergabung ke Persis kembali, tapi dia masih belum bisa bergabung. Hal ini lantaran masih terhalang agenda kemiliteran. Mengingat dia sedang menempuh pendidikan di TNI AD. Tepatnya sedang mengikuti Pusdikjas selama tiga pekan di Cimahi, Bandung

"Mungkin saya belum bisa datang ke Solo. Tapi minta doanya semoga rezeki saya tetap di Solo," ucap Joko Susilo.

Joko mengatakan, sebenarnya dia siap memenuhi panggilan undangan yang diberi oleh manajemen Persis. Namun, pendidikannya saat ini lebih penting untuk bekal di masa depan. Di mana, untuk menjadi Bintara Jasmani (Bajas) AD sangatlah sulit, hanya 100 orang atlet di seluruh Indonesia yang terpilih. 

"Soal pendidikan itu kami nanti dijadikan pelatih tentara untuk menjadikan tentara lebih unggul fisik (bajas) dengan kegiatan olahraga. Setiap harinya diisi full latihan terus menerus dari pukul 06.00-16.00. Latihan juga berupa lari sepanjang 10 km setiap hari," paparnya.

Joko berharap, pihaknya masih bisa membela klub berjuluk Laskar Sambernyawa. Bahkan, jiwanya yang sudah lama merah bukan lagi menganggap Persis sebagai kebanggaan, namun kecintaan yang mendalam.

Joko merasa dia merupakan orang yang paling beruntung bisa memperkuat Persis yang memiliki basis suporter luar biasa. Dia menganggap pemain Persis yang tidak mengorbankan jiwanya demi kemajuan Persis jelas tak patut dicontoh.

"Kesan pertama yang membuat saya cinta Persis, saat malam stadion full suporter, dan MC bilang 'Persis' semua suporter nyaut 'Solo'. Itu hati saya merinding. Saya nangis  dalam hati saya, Ya Allah saya termasuk salah satu orang yang beruntung. Jika ada pemain Persis yang berjuang tidak demi mereka, dosa besar. Karena apa? Mereka rela mengorbankan apapun demi kemajuan Persis," pungkas Joko. (ryn/nik/ria)

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news