alexametrics
Kamis, 15 Apr 2021
radarsolo
Home > Sragen
icon featured
Sragen

Petani Ikan di Waduk Kedung Ombo Menjerit, Terpaksa Mengobral Ikan

07 April 2021, 09: 00: 59 WIB | editor : Perdana

Salah satu karamba ikan di Waduk Kedung Ombo, Kecamatan Sumberlawang.

Salah satu karamba ikan di Waduk Kedung Ombo, Kecamatan Sumberlawang. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

Share this      

SRAGEN – Sejumlah petani ikan karamba di Waduk Kedung Ombo (WKO) wilayah Dusun Boyolayar, Desa Ngargosari, Kecamatan Sumberlawang mengeluhkan harga pakan ikan yang semakin mahal. Sementara untuk harga jual ikan justru anjlok alias murah. 

Salah satu petani karamba di WKO Harwito menyampaikan, kondisi harga jual ikan WKO murah. Harga ikan yang rendah menjadi masalah yang sering dialami petani karamba.

Harwito menyebut, harga ikan nila merah Rp 23 ribu per kilogram (kg). Pihaknya menjual di rumah makan, pasar, dan pemancingan. ”Seperti harga tombro kemarin Rp 30 ribu, sekarang Rp 23 ribu. Itu terjadi sejak seminggu terakhir. Selain itu, harga pakan naik sejak Maret kemarin,” papar Harwito.

Baca juga: Muka Lama Persis Solo Mulai Berdatangan, Joko Susilo Masih Berhalangan

Dia menyampaikan, satu karung pakan hanya mampu mencukupi satu kotak kolam untuk sehari. ”Tergantung isinya kolam. Kalau isi kolam padat 7 ribu ekor atau 7 kuintal, satu hari bisa menghabiskan satu karung pakan,” bebernya

Anjloknya harga ikan di WKO juga terpengaruh dari harga ikan dari tambak wilayah Pati. Di kawasan itu, petani ikan menjual lebih murah. ”Di sana ternaknya di tambak, beda dengan di sini. Selain itu, juga akibat pandemi harga pakanjadi sangat mahal," ujarnya.

Para petani berharap pemerintah bisa segera turun tangan ikut membantu. Sehingga petani karamba di WKO tetap bisa bertahan di tengah pandemi Covid-19 saat ini.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Ngargosari Sriyono menyampaikan, mahalnya harga pakan saat ini dikeluhkan warganya yang sebagian besar berprofesi sebagai petani karamba di WKO. Saat ini harga ikan jenis nila merah Rp 23 ribu per kg dan ikan tombro Rp 26 ribu per kg. Sedangkan harga pakan mencapai Rp 320 ribu per 50 kilogram.

”Kalau ikan sudah besar, pakan satu karung bisa untuk dua hari. Itu untuk satu kotak kolam ikan," terang Sriyono.  

”Kalau menurut saya harga jual sangat murah ini karena terpengaruh dampak Covid-19. Banyak orang yang tidak mampu membeli. Banyak toko dan rumah makan juga yang tutup," imbuh dia.

Akibat kondisi ini, sejumlah petani karamba WKO terpaksa menjual ikannya dengan harga yang  murah. Mereka berharap dengan mengobral ikan, bisa membayar pinjaman bank. 

”Karena ini harga jual murah dan petani sudah terlanjur membudidaya ikan hingga besar dan siap panen, ya tetap dilepas meski dengan harga rendah.  Apalagi saat ini mau mencari pekerjaan lain juga susah. Warga kami keahliannya bergantung pada budidaya ikan,” ujarnya. (din/nik/ria)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news