alexametrics
Kamis, 15 Apr 2021
radarsolo
Home > Wonogiri
icon featured
Wonogiri

Pemkab Wonogiri Tegaskan Masih Melarang Resepsi Hajatan Pernikahan

07 April 2021, 07: 35: 59 WIB | editor : Perdana

Satgas Penanganan Covid-19 Wonogiri beri penjelasan saat pembubaran resepsi hajatan di Kecamatan Wonogiri, belum lama ini.

Satgas Penanganan Covid-19 Wonogiri beri penjelasan saat pembubaran resepsi hajatan di Kecamatan Wonogiri, belum lama ini. (IWAN ADI LUHUNG/RADAR SOLO)

Share this      

WONOGIRI – Pemkab masih melarang resepsi hajatan seiring perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro. Satgas penanganan Covid-19  di tingkat kecamatan hingga RT/RW pun diminta melakukan pencermatan.

Kepala Satpol PP Wonogiri Waluyo mengatakan, belum ada perubahan aturan terkait larangan resepsi hajatan di masa pandemi. 

“Karena itu, kami ajak satgas di tingkat kecamatan hingga RT dan RW untuk lebih mencermati daerah masing-masing agar semuanya berjalan sesuai dengan SE (surat edaran PPKM mikro) yang berlaku," ungkapnya.

Baca juga: Polisi Bekuk Pengedar Uang Palsu di Colomadu, Pesan Upal lewat Online

Ditegaskan Waluyo, pemkab tidak melarang warganya melangsungkan pernikahan di masa pandemi. Hanya saja, tidak diperkenankan menggelar resepsi hajatan dengan mengundang banyak tamu. 

Hal itu sesuai Surat Edaran (SE) Bupati Wonogiri Nomor 443.2/7019 tertanggal 29 Desember 2020 tentang Pembatasan Hajatan Dalam Masa Pandemi Covid-19 di Kabupaten Wonogiri.

Dalam SE itu diatur berbagai bentuk hajatan, resepsi, perayaan yang memicu kerumunan untuk sementara tidak diperbolehkan.

Kegiatan pernikahan hanya digelar ijab kabul atau sejenisnya dengan maksimal diikuti 30 orang. Tentunya dengan protokol kesehatan secara ketat. Mereka yang datang hanya keluarga dekat mempelai ataupun warga RT setempat. Tidak boleh digelar acara hiburan dalam hajatan.

Dengan perpanjangan PPKM mikro, imbuh Waluyo, perlu kembali dilakukan penegasan kepada satgas di tingkat kecamatan, desa, hingga RT dan RW untuk bersama-sama mematuhi SE yang berlaku.

Ketika menerima informasi bakal digelarnya resepsi hajatan dengan mengundang banyak tamu, satgas setempat dapat langsung memberikan pemahaman. Tujuannya agar kegiatan itu urung digelar.

“Jadi harus benar-benar mencermati wilayah masing-masing. Kami harapkan masyarakat bisa mengerti, pandemi belum berakhir kan," tegas Waluyo. (al/wa/ria)

(rs/ria/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news