alexametrics
Kamis, 15 Apr 2021
radarsolo
Home > Solo
icon featured
Solo

Tim Verifikasi Datangi Bangunan Terdampak Rel Layang Palang Joglo

07 April 2021, 08: 40: 59 WIB | editor : Perdana

Pendataan dan verifikasi bangunan yang terdampak proyek elevated railway di kawasan Palang Joglo, Selasa (6/4).

Pendataan dan verifikasi bangunan yang terdampak proyek elevated railway di kawasan Palang Joglo, Selasa (6/4). (M. IHSAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Petugas Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Wilayah Jawa Tengah didampingi Badan Pertanahan Nasional dan kelurahan setempat melakukan pendataan dan verifikasi ratusan bangunan terdampak proyek elevated railway atau rel layang Palang Joglo, Selasa (6/4). Kegiatan serupa terus dilakukan hingga pemaparan hasil penghitungan sebanyak 535 kepala keluarga (KK) pemilik bangunan terdampak di lahan Kereta Api Indonesia (KAI)

Staf Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Wilayah Jawa Tengah Dandung Iskandar mengungkapkan, pendataan dan verifikasi dilakukan setelah sosialisasi kepada pemilik bangunan terdampak dirampungkan akhir pekan lalu. 

Agenda pendataan dan verifikasi dimulai dari Kelurahan Joglo, dilanjutkan ke Kelurahan Nusukan dan Gilingan. “Hari pertama menyelesaikan 73 bidang di Kelurahan Joglo, selanjutnya 240 bidang di Kelurahan Nusukan, dan terakhir 222 bidang di Kelurahan Gilingan," ungkapnya. 

Baca juga: Evaluasi Uji Coba PTM Wonogiri, Pergantian Sif Sempat Muncul Kerumunan

Pendataan dan verifikasi dilakukan dengan meninjau satu per satu bangunan terdampak proyek. Petugas menanyakan luas bangunan kepada warga, dilanjutkan pengukuran ulang, serta mencatat sejumlah aspek selain bangunan utama.

"Misalnya kalau ada gudangnya atau tidak, ada tanaman atau tidak, dan sebagainya. Juga melihat bangunan itu permanen atau semipermanen karena berkaitan dengan proses ganti rugi dampak sosial ke depan," tutur Dandung.

Untuk verifikasi data, dilakukan dengan mengecek kepemilikan aset agar tidak salah sasaran karena sebagian ada yang hanya mengontrak. 

Setelah pendataan dan verifikasi selesai, hasilnya dipaparkan kepada warga terdampak proyek. Berlanjut koreksi ulang, hingga akhirnya dilaporkan pada tim appraisal untuk menghitung nilai aset bangunan. 

Berdasarkan pendataan tersebut, rata-rata luas bangunan terdampak elevated railway memiliki luas 50 meter persegi. 

Salah seorang warga RT 01 RW 07, Kelurahan Joglo, Gunawan Budiranto mengaku telah tinggal selama 10 tahun di kawasan bantaran rel setempat. Lahan dan bangunan dibeli dari seorang kenalannya senilai Rp 30 juta. Kemudian secara swadaya diperbaiki agar lebih layak. 

"Sepertinya nilai (ganti rugi) antara bangunan permanen dan semipermanen. Semoga pengukurannya tepat, sehingga lebih menguntungkan pemilik rumah," harapnya. (ves/wa/ria)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news