alexametrics
Kamis, 15 Apr 2021
radarsolo
Home > Olahraga
icon featured
Olahraga

Pasoepati dapat Masukan dari Jakmania

07 April 2021, 14: 06: 26 WIB | editor : Fery Ardy Susanto

KOMPAK: Pertemuan pimpinan DPP Pasoepati dengan mantan ketum Jakmania Larico Ranggamone.

KOMPAK: Pertemuan pimpinan DPP Pasoepati dengan mantan ketum Jakmania Larico Ranggamone. (DPP PASOEPATI FOR RADAR SOLO)

Share this      

SOLO - Dua komunitas suporter terbesar di Indonesia,  Pasoepati dan Jakmania (suporter pendukung Persija Jakarta) memang terkenal akrab. Baik di atas tribun ataupun di luar lapangan. Pimpinan Pasoepati, dapat kesempatan becengkrama dengan mantan ketua umum Jakmania Larico Ranggamone di salah satu rumah makan di Solo, kemarin (5/4).

Sekjen DPP Pasopati, Anwar Sanusi menjelaskan kedatangan Rico bertujuan untuk melakukan sharing antar dua suporter klub berbeda tersebut. Hal-hal yang disampaikannya terkait dengan sistem organisasi.

Dia sangat berterima kasih terhadap pria yang akrab disapa Ayah Rico tersebut karena sudah menyampaikan banyak hal dan berbagi pengalaman bagi kami seperti sistem organisasi. Apa itu distribusi tiket, hingga bagaimana pengeluaran organisasi. Itu semua disampaikan kepada kami.

Baca juga: Tunggakan Retribusi Pasar Kota dan Pasar Bunder Capai Rp 1,2 Miliar

"Jakmania juga saya anggap bisa sangat sukses karena KTA yang multifungsi. Di Pasopati juga ada, tapi kurang maksimal," ujar Anwar. 

Setelah pertemuan ini,  pimpinan Pasoepati akan berdiskusi kembali hal apa yang bisa dijalankan untuk mengembangkan Pasoepati. 

Menpora DPP Pasoepati Ikhsan juga turut hadir di pertemuan malam itu. Dia juga menyampaikan banyak sekali pengetahuan yang dia dapat dari Jakmania. Terlebih lagi terkait kekompakan tim

"Disitu banyak informasi dan pengalaman yang  di-sharing sama Ayah Rico. Seperti halnya, bagaimana mereka bisa kompak dan bisa tur ke mana-mana. Dimana bisa mendukung, baik di dalam maupun di luara negeri. Mereka juga pengen Pasoepati bisa tetap kompak ,” ujarnya.

Dari sisi penyebaran anggota, Pasoepati juga belajar dari organisasi Jakmania. Anggota Jakmania tidak bisa dihitung jari, dan ada tak hanya di ibu kota saja. Jakmania sendiri mempunyai ratusan korwil, sedangkan Pasoepati hanya memiliki 14 korwil se eks Karesidenan Surakarta.

"Kami juga sangat kagum dengan perkembangan suporter The Jak. Dengan kekompakannya, baik itu di suporter maupun di organisasinya. Kami perlu sangat belajar. Pie toh carane (bagaimana caranya) membuat suporter hebat di organisasi dan hebat di lapangan dalam hal dukung mendukung," ungkap Maryadi Gondrong. (mg3/ryn/nik)

(rs/NIK/fer/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news