alexametrics
Kamis, 15 Apr 2021
radarsolo
Home > Nasional
icon featured
Nasional

Ganjar Peringatkan Sekolah Tak Colong-Colongan Buka PTM: Akan Kita Cek

07 April 2021, 15: 12: 43 WIB | editor : Perdana

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mendatangi SMK Hidayah di Banyumanik yang menggelar UKK, Rabu (7/4).

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mendatangi SMK Hidayah di Banyumanik yang menggelar UKK, Rabu (7/4). (ISTIMEWA)

Share this      

SEMARANG - Pemprov Jateng telah menggelar uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) di beberapa sekolah yang ditunjuk di sejumlah daerah sejak Senin (5/4). Di luar sekolah-sekolah tersebut, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mewanti-wanti agar tidak colong-colongan menggelar PTM. Sebab, sekolah wajib mengajukan izin dahulu ke dinas pendidikan dan kebudayaan untuk menggelar PTM.

Hal itu ditegaskan Ganjar saat sidak ke SMK Hidayah di Banyumanik, Kota Semarang, Rabu (7/4). Saat Ganjar gowes pagi, dia melihat sejumlah siswa sudah masuk ke sekolah swasta tersebut.

"Ini sudah masuk siswanya? Apakah sudah mendapatkan izin?" tanya Ganjar.

Salah satu guru yang ada di pintu gerbang mengatakan, sekolah itu tidak menggelar pembelajaran tatap muka. Siswa-siswa yang masuk merupakan siswa kelas III yang mengikuti uji kompetensi keahlian (UKK).

"Ini siswa kelas III, Pak. Yang mengikuti UKK. Kami sudah izin ke dinas pendidikan," kata guru tersebut.

Ganjar pun langsung masuk ke sekolah untuk mengecek pelaksanaan UKK di sana. Saat masuk ke ruang guru, lagi-lagi Ganjar menemukan guru yang ngobrol berdekatan tanpa mengenakan masker. Masker yang dipakai hanya digantung di dagu.

Selain itu, ada juga satu guru berseliweran yang juga tidak memakai masker sama sekali. Saat masuk ke ruang belajar siswa, Ganjar kembali menemukan ada guru yang melepas masker saat memberikan pelajaran.

"Hayo pakai masker, jangan berkerumun. Guru harus memberikan contoh yang baik. Ini saya ingatkan. Ada tiga catatan saya pagi ini yang harus dievaluasi. Kalau tidak taat prokes, izinnya saya cabut," tegasnya.

Menurut Ganjar, selain 140 sekolah yang telah ditetapkan sebagai pelaksana uji coba PTM, sekolah lain juga harus mengajukan izin jika akan menggelar PTM serupa. Ganjar juga menegaskan kepada para guru agar memberi teladan dalam hak disiplin prokes.

"Saya orang yang meyakini disiplin prokes dan SOP harus dimulai dari guru, bukan di murid. Murid relatif lebih gampang diatur kalau diperingatkan, lha gurunya yang memperingatkan siapa. Maka saya minta sekolah harus membuat tim Covid-19. Tadi saya tanya, mereka sudah mendapatkan izin dari dinas untuk UKK, jadi memang boleh," tegasnya.

Ganjar juga akan memerintahkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng untuk mengecek berapa sekolah yang mendatangkan murid. Apakah untuk pembelajaran tatap muka atau UKK.

"Tidak boleh colong-colongan. Pengawasan ini sulit, apalagi kalau ada yang tidak izin. Kalau yang sudah izin, bisa kita ngecek satu-satu. Nanti akan saya suruh cek. Kalau banyak, ya akan kami evaluasi dulu. Kalau ada yang melanggar, ya ditutup ndak boleh lagi," tegas dia.

Sementara itu, Kepala SMK Hidayah, Fitri mengatakan, pihaknya belum menggelar pembelajaran tatap muka. Siswa yang masuk hanya siswa yang melaksanakan UKK.

"Kami sudah izin ke disdikbud provinsi terkait hal ini. Siswanya juga kami batasi, per kelas hanya 11 siswa dan jaraknya 1,5 meter," katanya.

Terkait teguran Ganjar terhadap guru yang tidak patuh prokes, Fitri menyatakan, akan segera dievaluasi. Perintah Ganjar membentuk tim Covid-19 juta akan dilaksanakan. (bay/ria)

Baca juga: Sempat Terpapar Korona, Suswati Tetap Aktif Jadi Penyuluh Kesehatan

(rs/ria/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news