alexametrics
Sabtu, 17 Apr 2021
radarsolo
Home > Solo
icon featured
Solo

Pemkot Solo Larang Tarawih Keliling & Undang Penceramah Luar Wilayah

07 April 2021, 20: 56: 51 WIB | editor : Perdana

Kepala Kantor Kemenag Surakarta Hidayat Maskur

Kepala Kantor Kemenag Surakarta Hidayat Maskur (ISTIMEWA)

Share this      

SOLO – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Surakarta segera menyosialisasikan sejumlah imbauan tambahan terkait pelaksanaan ibadah saat Ramadan. Ini dilakukan setelah terbit surat edaran (SE) pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro dari Pemkot Surakarta.

Kepala Kantor Kemenag Surakarta Hidayat Maskur mengatakan, pihaknya mendukung upaya pencegahan penularan Covid-19 yang dilakukan pemkot. Mulai dari pengaturan kapasitas hingga teknis penyelenggaraan ibadah Ramadan. 

“Ketentuan seperti pembatasan kapasitas dan lainnya sudah diatur jelas dalam SE itu. Kami tinggal menambahkan beberapa penekanan pada beberapa hal agar makin mudah diterapkan oleh masing-masing pengelola masjid dan musala,” jelas Hidayat, Rabu (7/4).

Baca juga: Kaesang Datangi Kantor PSSI, Minta Arahan Kelola Persis Solo

Salah satu pencegahan yang disarankan adalah tidak menggunakan imam, khatib, atau penceramah dari luar wilayah suatu masjid dan musala setempat. Kemenag menyarankan pelaksanaan ibadah dipimpin oleh orang yang berdomisili di wilayah itu. Tidak boleh mendatangkan penceramah dari luar daerah. Ini bertujuan untuk meminimalisasi pontensi penyebaran Covid-19 di wilayah tersebut.

“Ya sebaiknya imam dan penceramah juga dari jamaah setempat, bukan dari luar,” kata Hidayat.

Arahan selanjutnya adalah memperbolehkan pelaksanaan ibadah Tarawih dan lainnya digelar di rumah-rumah warga yang memungkinkan. Artinya pelaksanaan ibadahan secara berjamaah diperkenankan dilakukan di rumah warga yang memiliki kapasitas lapang untuk menampung jamaah dalam jumlah cukup besar. Ini dilakukan sebagai antisipasi membeludaknya jamaah yang datang ke masjid maupun musala saat pelaksanaan ibadah. 

“Jika masjid dan musala setempat terlalu penuh, jamaah bisa menggunakan rumah warga untuk melaksanaan salat berjamaah. Daripada masjid dan musala penuh dan malah melanggar protokol kesehatan, jamaah bisa digelar di rumah warga,” papar dia.

Kemudian, menyediakan lokasi khusus untuk orang luar melaksanaan salat dan sebagainya. Mengacu pada fungsi rumah ibadah sebagai fasilitas umum yang boleh diakses oleh semua masyarakat, pengelola masjid dan musala tentu tidak akan bisa melarang jika ada orang luar daerah yang hendak melaksanakan ibadah di lokasi itu. Daripada menimbulkan hal tidak diinginkan, Kemenag menyerankan pengelola masjid dan musala menyediakan lokasi khusus bagi pendatang. 

“Bisa disediakan tempat khusus. Mungkin bisa di sudut pojok ruangan atau bagian belakang. Fungsinya hanya untuk memisahkan pendatang dan jamaah setempat saja,” kata dia.

Terakhir adalah larangan untuk melaksanakan tarawih keliling (tarling). Pihaknya membenarkan bahwa tarling merupakan media dakwah yang sudah dilakukan sejak zaman dahulu. Namun, untuk menekan penyebaran Covid-19, dia meminta siapa saja tidak melaksanakan tarling agar tidak mengundang kerumunan dan sebagainya. 

“Untuk menjaga semuanya kami sarankan agar tidak melakukan tarling dulu. Ini juga tidak dilakukan baik tingkat kewilayahan maupun pada tingkat provinsi karena berpotensi menimbulkan kerumunan,” tegas dia.

Sejalan dengan itu, SE PPKM Mikro terbaru yang dikeluarkan Pemkot Surakarta juga melarang penyelenggaraan tarling pada Ramadan kali ini. Pemkot bersama seluruh Forkompimda Surakarta sepakat meniadakan tarling sebagai upaya pencegahan Covid-19. 

“Ramadan ini melarang kegiatan tarling. Kalau untuk salat tarawih tetap diperbolehkan, namun dilaksanakan di masjid atau musala masing-masing,” terang Sekretaris Daerah Kota Surakarta Ahyani. (ves/bun/ria)

Ketentuan Kegiatan Ramadan:

- Jamaah Tarawih maksimal 50 dari kapasitas masjid

- Tiadakan tarawih keliling antarmasjid

- Jamah, imam, dan penceramah Ramadan dari warga lokal

- Bila ada jamaah pendatang ditempatkan di tempat terpisah

- Izinkan buka bersama terbatas, namun tidak ada event

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news