alexametrics
Kamis, 15 Apr 2021
radarsolo
Home > Klaten
icon featured
Klaten

Klaten Rumuskan Panduan Ibadah Ramadan: Tarawih, Bukber, Tadarus Boleh

08 April 2021, 08: 00: 59 WIB | editor : Perdana

Kondisi terkini Masjid Al Aqsha Klaten, Rabu (7/4). Sesuai anjuran Kemenag dan MUI, ibadah Tarawih dan salat Id di Klaten boleh dilaksanakan tahun ini.

Kondisi terkini Masjid Al Aqsha Klaten, Rabu (7/4). Sesuai anjuran Kemenag dan MUI, ibadah Tarawih dan salat Id di Klaten boleh dilaksanakan tahun ini. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten segera terbitkan surat edaran (SE) terkait panduan ibadah Ramadan dan Idul Fitri di tengah pandemi Covid-19. Selain itu, pemkab izinkan pelaksanaan Tarawih dan salat Id. Dengan catatan jamaah yang hadir dibatasi. Supaya tidak menimbulkan kerumunan.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Klaten Ronny Roekmito menjelaskan, SE dari Kementerian Agama (Kemenag) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah turun. Ini nanti yang bakal jadi pegangan dalam penerbitan SE bupati. 

“Pada intinya, salat Tarawih diperbolehkan selama menerapkan protokol kesehatan (prokes). Sedangkan pelaksanaan salat Id akan kami koordinaskan lokasinya,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Solo.

Baca juga: Kampus di Solo Mulai Coba Kuliah Tatap Muka, Di-Rapid Antigen Dulu

Ronny menyebut, pelaksanaan Tarawih dibatasi 50 persen dari kapasitas masjid. Selain itu, posisi antarjamaah diberi jarak minimal 1 meter. Penerapan prokes itu sebagai bagian dari pencegahan penyebaran Covid-19 di tempat ibadah.

Aturan lainnya, ceramah dipersingkat durasinya, maksimal 15 menit. Sedangkan untuk buka bersama (bukber), diperbolehkan dengan pembatasan 50 persen dari kapasitas. 

“Terkait kegiatan kampung Ramadan, sudah ada permintaan ke kami. Tetapi akan kami kaji terlebih dahulu. Apakah nantinya akan menimbulkan kerumunan apa tidak?” imbuh Ronny.

Kepala Kemenag Kabupaten Klaten Anif Solikhin menambahkan, surat edaran Menteri Agama (Menag) sudah turun. Salah satu poinnya, yakni diperbolehkannya Tarawih dengan prokes ketat.

“Pelaksanaan ibadah diatur jaraknya oleh petugas. Setidaknya berjarak 1 meter. Sedangkan untuk kultum, maksimal 15 menit,” jelasnya.

Anif menambahkan, juga mempersilakan jamaah melaksanakan tadarus. Namun, tetap menerapkan prokes. “Asalkan jangan sampai menginap di dalam masjid,” bebernya.

Sementara itu, Takmir Masjid Al Aqsha Klaten Mujab mengaku siap menjalankan aturan selama pelaksanaan Tarawih. “Masjid Al Aqsha mampu menampung 3.000 jamaah. Jadi kalau 50 persennya, ya sekitar 1.500 orang,” urainya.

Terkait tadarus dan ba’da Subuh, durasinya maksimal 15 menit. “Buka bersama akan disediakan dalam bentuk kardus untuk 200 orang. Tanpa ada kegiatan tambahan,” katanya. (ren/fer/ria)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news