alexametrics
Kamis, 15 Apr 2021
radarsolo
Home > Ekonomi & Bisnis
icon featured
Ekonomi & Bisnis

Adaptasi Teknologi Jadi Kunci Bagi Bisnis Lokal UMKM Bisa Bersaing

08 April 2021, 10: 07: 48 WIB | editor : Fery Ardy Susanto

TERUS BELAJAR: Pelaku UMKM dengan produk yang beragam dituntut mampu beradaptasi. 

TERUS BELAJAR: Pelaku UMKM dengan produk yang beragam dituntut mampu beradaptasi.  (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO - Lebih separo dari total 4,1 juta pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Jateng terkendala pemasaran produk. Mereka belum memahami pemanfaatan ekosistem digital untuk pengembangan bisnis. Terutama di situasi pandemi.

“Program yang ditawarkan e-commerce marketplace seperti cashback hingga 60 persen dinilai mampu menjadi pendorong bisnis UMKM. Untuk meningkatkan visibilitas bisnis UMKM dan mendorong masyarakat semakin familiar dengan transaksi digital," papar pendiri dan pembina Komunitas Ruang Hebat Hevearita G. Rahayu, dalam webinar yang diselenggarakan salah satu marketplace ternama, Rabu (7/4). 

Hevearita ingin menanamkan visi bahwa bisnis lokal UMKM bisa bersaing dan naik kelas dengan strategi tepat, serta beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat. 

Baca juga: Tonny Trimarsanto, Malang-melintang di Dunia Perfilman Indonesia

Untuk itu, perlu adanya berbagai pelatihan tentang pemasaran produk, pemanfaatan berbagai layanan digital, hingga berkolaborasi langsung untuk mempromosikan produk melalui kanal media sosial dan website. 

“Kuncinya lewat adaptasi teknologi dan mengikuti tren, mau tidak mau harus dilakukan semua pelaku bisnis. Hadirnya pandemi memang berimbas pada bisnis. Namun dengan adaptasi teknologi, bisnis pasti berdiri kukuh," tegas founder toko roti legendaris di Kota Semarang Philip Wong. 

Philip berkisah bisnisnya sudah berdiri sejak 1993. Dengan zaman dan adaptasi kebiasaan masyarakat yang berubah, khususnya selama pandemi, bisnis pun bertransformasi agar dapat memenuhi kebutuhan.

“Banyak perubahan bisnis yang terjadi. Adopsi pembayaran digital yang telah banyak digunakan masyarakat segala kalangan menjadi salah satu kuncinya," sambungnya. 

Head of strategic merchant acquisition salah satu marketplace ternama Eka Nilam Sari menambahkan, pihaknya siap menghadirkan solusi untuk menyokong pertumbuhan ekonomi lokal selama pandemi dan pemerataan akselerasi inklusi keuangan di tanah air. 

"Semarang sebagai salah satu kota paling berkembang di Indonesia, menjadi wilayah penyangga ekonomi bagi Provinsi Jawa Tengah dengan kehadiran UKM sebagai penggerak ekonominya. Dengan menghadirkan promo cashback dan program Semangat Usaha Lokal ke Kota Semarang, kami ingin semakin memacu ekonomi lokal bisnis UKM untuk bangkit kembali di tengah pandemi," pungkasnya. (aya/wa)

(rs/aya/fer/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news