alexametrics
Kamis, 15 Apr 2021
radarsolo
Home > Boyolali
icon featured
Boyolali

Pemdes Sidomulyo Kembangkan UMKM Kue Cucur dan Roti Gimbal

08 April 2021, 11: 33: 24 WIB | editor : Fery Ardy Susanto

BERTAHAN: Kue cucur yang diproduksi UMKM di Desa Sidomulyo, Kecamatan Ampel, Boyolali, Rabu (7/4).

BERTAHAN: Kue cucur yang diproduksi UMKM di Desa Sidomulyo, Kecamatan Ampel, Boyolali, Rabu (7/4). (TRI WIDODO/RADAR SOLO)

Share this      

BOYOLALI -  Pemerintah Desa (Pemdes) Sidomulyo, Kecamatan Ampel coba menggali potensi wilayahnya. Salah satunya jajanan tradisional kue cucur dan roti gimbal. Diberdayakan melalui usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Kepala Desa (Kades) Sidomulyo Muh. Sawali mejelaskan, UMKM di wilayahnya mayoritas memroduksi kue cucur dan roti gimbal. Diberdayakan melalui pelatihan.

“Setelah pelatihan, hasil produksi kami bawa. Kami buatkan gerai di Pasar Desa Sidomulyo. Supaya para UMKM bisa menjual hasil produksi mereka di pasar,” terang kades kepada Jawa Pos Radar Solo, Rabu (7/4).

Baca juga: FKBPD Klaten Usul Penyetaraan Tunjangan Jabatan

Salah seorang pelaku UMKM pembuatan kue cucur Arief Mujianto mengaku maish bertahan di tengah terpaan pandemi Covid-19. Kendati diakui, omzet yang didapat turun drastis.

“Setiap hari masih produksi kue cucur. Sata lempar di sejumlah pasar tradisional di Boyolali. Selama pandemi ini, omzet kami mengalami turun sekitar 30-40 persen,” ujarnya.

Penurunan ini wajar. Sebab, kuec cucur identik dengan hajatan pernikahan. Selama pandemi Covid-19, pemkab melarang masyarakat menggelar hajatan. “Tiap hari produksi 1.000-1.500 kue cucur. Omzet per hari sekitar Rp 1 juta-Rp 2 juta,” imbuhnya.

Selain kue cucur, dia juga produksi roti gimbal. Bahan bakunya berupa gula, terigu, margarin, telur, dan obat pengembang. Roti gimbal juga dipasarkan di sejumlah pasar tradisional di Kota Susu. (wid/fer)

(rs/wid/fer/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news