alexametrics
Kamis, 15 Apr 2021
radarsolo
Home > Nasional
icon featured
Nasional

Ganjar Malam-Malam Kunjungi Tanto Mendut, Ngobrol Soal Borobudur

08 April 2021, 13: 31: 59 WIB | editor : Perdana

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat berdiskusi bersama  Tanto Mendut di Desa Mendut, Kecamatan Mungkid, Magelang, Rabu (7/4) malam.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat berdiskusi bersama  Tanto Mendut di Desa Mendut, Kecamatan Mungkid, Magelang, Rabu (7/4) malam. (ISTIMEWA)

Share this      

MAGELANG - Hari telah malam, saat Gubernur Jateng Ganjar Pranowo tiba di rumah Tanto Mendut, seniman gaek asal Magelang, Rabu (7/4). Ganjar pun langsung disambut dengan alunan gamelan dan empat orang penari yang berlenggak-lenggok.

Suasana bertambah hangat dengan suguhan wedang markisa dan sajian makanan ala Jepang. Makanan itu disajikan langsung oleh istri Tanto Mendut yang juga orang Jepang, Mami Kato.

Ganjar dan Tanto Mendut pun langsung larut dalam obrolan yang santai dan gayeng. Tak terasa obrolab berlangsung hingga sekitar 2,5 jam. Dari pukul 20.30 Ganjar datang, pertemuan baru usai sekira pukul 23.00.

Bukan tanpa alasan Ganjar berkunjung ke rumah Tanto Mendut malam-malam. Rupanya Ganjar ingin berdiskusi terkait Borobudur, di mana kawasan Borobudur telah ditetapkan sebagai destinasi super prioritas nasional.

Ganjar mengatakan, Borobudur tidak cukup hanya dikembangkan dengan pembangunan fisik. Penggalian nilai historis, nilai budaya, seni, arsitektur yang sangat harus digali sebagai bagian pengembangan Borobudur.

"Saya ingin menjadikan Borobudur sebagai destinasi wisata yang lengkap dan utuh. Maka saya menemui Mas Tanto Mendut ini, sebagai bagian mewujudkan itu," kata Ganjar.

Salah satu kegiatan yang ingin diwujudkan Ganjar dengan Tanto Mendut dalam waktu dekat adalah menghidupkan seni musik dan tari. Ganjar ingin membuat sebuah acara bernama Sound of Borobudur. Yakni pagelaran musik dan tari seperti yang tergambar dalam relief-relief Borobudur.

"Saya ingin mengembangkan banyak hal dari Borobudur. Salah satunya adalah musik dan tari. Sound of Borobudur tentu akan membuat pengembangan kawasan ini semakin menarik," ucapnya.

Sementara itu, Tanto Mendut mendukung penuh langkah pemerintah melakukan penataan kawasan Borobudur secara menyeluruh. Tidak hanya fokus pada candinya, namun banyak hal lain yang bisa dikembangkan.

"Borobudur itu ibarat pusaka, ini mutiara yang memiliki banyak dimensi. Ada gunung, ada desa-desa, masyarakat, binatang dan lainnya," kata Tanto.

Borobudur juga tak hanya bangunan semata. Namun merupakan pusaka yang mengajarkan tentang teknologi, arsitektur, pengobatan, seni, budaya dan banyak hal lainnya.

"Borobudur punya banyak sekali nilai-nilai yang bisa dikembangkan. Saya sendiri telah diundang ke Hiroshima, ke Istanbul untuk menjadi pembicara soal Borobudur, baik dari arsitekturnya, habitatnya, dan lain sebagainya," imbuhnya.

Tanto pun mengingatkan satu hal yang tak boleh dilupakan pemerintah dalam pengembangan Borobudur. Yakni Borobudur merupakan karya seni. Sehingga, pengembangan kawasan itu harus merangkul seniman dan budayawan yang ada di sekitarnya.

"Merangkul dalam makna yang kualitatif ya, jadi benar-benar menggerakkan seniman untuk mengisi ruang-ruang itu. Jangan lupa juga merangkul petani, karena Borobudur juga karya petani," tandas sang Pendekar Lima Gunung itu. (bay/ria)

Baca juga: Terpantau ETLE, Satlantas Surakarta Amankan Mobil Bodong

(rs/ria/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news