alexametrics
Kamis, 15 Apr 2021
radarsolo
Home > Sragen
icon featured
Sragen

Dua Minggu Berjalan, 56 Pengendara di Sragen Terkena E-tilang

08 April 2021, 15: 13: 48 WIB | editor : Fery Ardy Susanto

CERMAT: Pegawai Dinas Perhubungan Sragen memanrau CCTV di ruangannya.

CERMAT: Pegawai Dinas Perhubungan Sragen memanrau CCTV di ruangannya. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

Share this      

SRAGEN - Sudah 56 pengendara dikenai tilang, tepatnya sejak pemberlakuan sistem e-tilang di Kabupaten Sragen. Sistem ini baru dilaksanakan pada Selasa (23/3), atau dua pekan lalu. Hal ini menjadi perhatian masyarakat agar lebih mematuhi aturan lalu lintas saat berkendara.

Selama dua pekan, puluhan kendaraan terkena tilang electronic atau electronic traffic law enforcement (ETLE). Data yang dihimpun terkait penindakan sejak Selasa (6/4), terdapat 32 kendaraan terekam CCTV yang melakukan pelanggaran lalu lintas. Sedangkan 24 kendaraan terekam dari helm polisi yang terpasang kamera.

Kasatlantas Polres Sragen AKP Ilham Syafriantoro Sakti mengatakan sejumlah pengendara sudah terbukti melanggar lalu lintas. Sebagian besar pelanggaran yang dilakukan adalah tak mengenakan helm, menginjak marka jalan, tak mengenakan sabuk pengaman, dan menerobos lampu merah.

Baca juga: Pemda Sukoharjo Kebut Raperda Pengarusutamaan Gender

”Pengendara lebih banyak melanggar pada malam hari. Roda dua rata-rata tak memakai helm dan menerobos lampu merah,” ujarnya mewakili Kapolres Sragen AKBP Yuswanto Ardi kemarin.

Mengingat kamera hanya terpasang di empat titik di ruas Jalan Sukowati, pihaknya bekerja sama dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Sragen untuk lokasi kamera yang terpasang. Lantas jika ada pelanggaran, akan didata sesuai kendaraan bermotor. Setelah itu akan dikirim surat konfirmasi pada pemilik kendaraan.

”Kami mengirim surat konfirmasi kepada pemilik yang melanggar lalu lintas, hingga waktu 7 hari. Apakah benar yang bersangkutan atau bukan. Tindak lanjutnya setelah lewat 7 hari akan dilakukan ada pemblokiran STNK. Kami koordinasikan dengan samsat,” terang dia.

Pihaknya menjelaskan untuk distribusi surat konfirmasi dibantu oleh anggota Polres Sragen. Pihaknya menyampaikan jika menggunakan jasa Kantor Pos, masih mempertimbangkan beban biaya pengiriman untuk bisa diserahkan pada warga atau kepolisian. ”Ke depan bisa saja membuat MoU dengan Kantor Pos, masih bisa dibicarakan. Kalau dibebankan pada pelanggar tentu merasa keberatan,” terangnya.

Ilham menjelaskan saat ini masih bisa berproses untuk lebih baik. Saat ini masih proses berdasarkan nomor polisi. Repot jika kendaraan sudah berpindah kepemilikan, namun belum balik nama. (din/nik)

(rs/din/fer/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news