alexametrics
Kamis, 15 Apr 2021
radarsolo
Home > Karanganyar
icon featured
Karanganyar

Pemkab Karanganyar Tunda Proses Pengisian Perangkat Desa

08 April 2021, 16: 08: 29 WIB | editor : Fery Ardy Susanto

SOSIALISASI: Sejumlah perangkat desa baru, saat mendapatkan pembinaan oleh bupati Karanganyar. 

SOSIALISASI: Sejumlah perangkat desa baru, saat mendapatkan pembinaan oleh bupati Karanganyar.  (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)

Share this      

KARANGANYAR – Pemerintah Kabupaten Karanganyar akhirnya menunda proses pengisian perangkat desa pada 2021, sampai dengan batas waktu yang belum ditentukan.

Hal tersebut diketahui setelah Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karanganyar Sutarno mengeluarkan surat kepada camat dan kepala desa di Kabupaten Karanganyar, tepatnya terkait penundaan proses pengisian perangkat desa 2021. Yang mana sebelumnya direncanakan akan dilakukan pada awal 2021 ini.

Sutarno mengungkapkan, ini berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan pengisian jabatan perangkat desa  2020. Pemerintah perlu menyampaikan sejumlah hal, diantaranya melakukan penundaan terhadap pelaksanaan pengisian perangkat desa di tahun ini.

Baca juga: Mobil Tabrak Motor di Jalan Solo-Ngawi, Warga Ngawi Meninggal

"Nanti akan ada perubahan dalam peraturan bupati (Perbub), dimana Perbub nomor 35 tahun 2020 tentang perubahan atas peraturan bupati Karanganyar nomor 77 tentang perubahan atas peraturan bupati nomor 77 tahun 2019. Yakni tentang perangkat desa, perlu dilakukan perubahan," ucap sekda.

Diungkapkan Sekda, sebelum nantinya ada perubahan perbup tersebut, pihaknya akan melakukan komunikasi ke pihak Kejaksaan Negeri Karanganyar melakukan konsultasi terkait legal opinion

"Nanti kami akan kaji bersama. Kejaksaan akan memberikan pendapat untuk aspek hukumnya. Karena beberapa waktu lalu ada masukan dari masyarakat, serta beberapa teman-teman anggota DPRD terkait dengan pelaksanaan perekrutan perangkat desa tahun lalu," ucap sekda.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dispermades) Kabupaten Karanganyar Agus Heri Bindarto mengungkapkan ada tujuh desa yang sebelumnya gagal atau menunda proses perekrutan perangkat desa pada 2020. Diantaranya Desa Gemantar, Kecamatan, Jumantono; Desa Brujul, Kecamatan Jaten; Desa Lempong, Kecamatan Jenawi; Desa Jatikuwung, Kecamatan Gondangrejo, hingga Desa Ngasem, dan Desa Bolon di Kecamatan Colomadu.

"Diulang karena kemarin rata-rata yang lolos dari seleksi hanya satu orang, padahal sesuai dengan ketentuan minimal harus dua orang untuk nantinya bisa diajukan," ucap Agus Heri Bindarto. (rud/nik)

(rs/rud/fer/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news