alexametrics
Kamis, 15 Apr 2021
radarsolo
Home > Nasional
icon featured
Nasional

Pemerintah Targetkan Penggunaan Vaksin Merah Putih pada 2022

08 April 2021, 18: 24: 28 WIB | editor : Perdana

Menteri Riset dan Teknologi Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro

Menteri Riset dan Teknologi Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro (ANTARA)

Share this      

RADARSOLO.COM - Pemerintah menargetkan penggunaan vaksin Covid-19 buatan dalam negeri, Vaksin Merah Putih mulai semester pertama 2022. Ini menyusul perkembangan proses produksi yang signifikan dari aspek penelitian vaksin.

"Targetnya semester satu tahun depan sudah bisa diikutkan pada program vaksinasi masal," kata Menteri Riset dan Teknologi Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro saat menghadiri pengukuhan pengurus Alumni Amerika Serikat di Distrik 1 Meikarta, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Kamis (8/4).

Bambang menjelaskan, saat ini Lembaga Biologi Molekuler Eijikman telah menyiapkan bibit vaksin subnit protein hingga menyelesaikan ekspresi ragi.

Baca juga: Eks Bomber PSIM Ikut Latihan Persis

"Begitu juga dengan Universitas Airlangga yang akan melakukan uji praklinis sebelum masuk pada manufaktur," ujarnya.

Kementerian Riset dan Teknologi terus mendorong percepatan proses produksi guna mewujudkan target tersebut.

Menurut dia, kendala utama ada di PT Bio Farma yang ditunjuk sebagai lokasi produksi vaksin, mengingat kapasitas yang masih belum mencukupi.

"Namun kini sudah ada kandidat baru sebagai tempat produksi Vaksin Merah Putih ini," ungkapnya.

Bambang mengajak pihak swasta turut berkontribusi dalam proses produksi masal Vaksin Merah Putih agar dapat menjangkau kebutuhan vaksin Covid-19 bagi masyarakat.

"Baru mulai masuk, butuh waktu. Izin terlebih dahulu ke BPOM, kemudian belajar bagaimana bisa memproduksi," katanya.

Bambang juga memastikan proyek pengembangan vaksin dalam negeri itu tidak terpengaruh oleh mutasi baru Covid-19. Sebab, pengembangan penelitian vaksin ini terus dilakukan agar menghasilkan vaksin yang ampuh mengatasi mutasi virus tersebut.

"Ini kan justru jadi peluang bagi kita untuk membuat dan menggabungkan. Jadi tidak akan pengaruh adanya varian baru," tandas dia. (Antara)

(rs/ria/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news