alexametrics
Kamis, 15 Apr 2021
radarsolo
Home > Ekonomi & Bisnis
icon featured
Ekonomi & Bisnis

Satgas Pangan Tegaskan Penimbun Bahan Pokok Bisa Didenda Rp 50 Miliar

08 April 2021, 19: 08: 39 WIB | editor : Perdana

Ilustrasi pedagang sembako di Pasar Legi, Solo tengah melayani pelanggan.

Ilustrasi pedagang sembako di Pasar Legi, Solo tengah melayani pelanggan. (CITRA AYU/RADAR SOLO)

Share this      

RADARSOLO.COM - Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polri menegaskan, penimbun bahan pokok yang menimbulkan kelangkaan hingga gejolak harga dapat dipidana penjara 5 tahun atau denda paling banyak Rp 50 miliar.

Kepala Satgas Pangan Polri Brigjen Polisi Helmy Santika mengatakan, penimbun bahan pokok dapat dikenakan Pasal 107 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan.

"Hal itu terkait penyimpanan barang kebutuhan pokok dan atau barang penting dalam jumlah dan waktu tertentu pada saat terjadi kelangkaan barang, gejolak harga dan atau hambatan lalu lintas perdagangan barang," kata Helmy, Kamis (8/4). 

Baca juga: PSIS Siap 100 Persen Ladeni PSM di Perempat Final Piala Menpora

Satgas Pangan juga terus mengantisipasi agar tidak terjadi penimbunan stok bahan pokok. Terutama menjelang Ramadan dan Idul Fitri 1442 Hijriyah.

Kesiapan yang dilakukan, antara lain melaksanakan rapat koordinasi dengan stakeholder terkait. Seperti Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian, Badan Ketahanan Pangan, Bulog, Badan Karantina Pertanian dan Bea Cukai.

Koordinasi dilakukan untuk memastikan ketersediaan bahan pokok tercukupi dan harga stabil. Selain itu, Satgas Pangan bersama kementerian terkait juga akan melakukan operasi pasar.

"Kami juga melakukan koordinasi dengan kepala Satgas Pangan daerah untuk memastikan distribusi dan menghindari adanya penimbunan bahan pokok," tegas Helmy. (Antara)

(rs/ria/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news