alexametrics
Kamis, 15 Apr 2021
radarsolo
Home > Wonogiri
icon featured
Wonogiri

Kemenag Wonogiri Izinkan Salat Tarawih di Masjid: Bukber Tidak Boleh

08 April 2021, 20: 06: 38 WIB | editor : Perdana

Spanduk berisikan panduan protokol kesehatan terpasang di Masjid Agung At-Taqwa Wonogiri, Kamis (8/4).

Spanduk berisikan panduan protokol kesehatan terpasang di Masjid Agung At-Taqwa Wonogiri, Kamis (8/4). (IWAN ADI LUHUNG/RADAR SOLO)

Share this      

WONOGIRI – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Wonogiri menertbitkan surat edaran panduan pelaksanaan ibadah Ramadan. Isinya antara lain, memperbolehkan salat Tarawih di masjid atau musala dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes). Sementara kegiatan buka bersama (bukber) diimbau tidak dilakukan.

Surat Edaran (SE) Nomor 1334 Tahun 2021 tentang Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri Tahun 1442 H/ 2021 M telah disebar lewat Kantor Urusan Agama (KUA) per kecamatan.

Kepala Kantor Kemenag Wonogiri Cahyo Sukmana mengatakan, pada Ramadan tahun lalu, masyarakat diimbau beribadah di rumah, tapi kali ini diizinkan salat Tarawih di masjid atau musala.

Baca juga: Jadi Jutawan usai Terima Ganti Rugi Tol, 15 Keluarga Mundur dari PKH

Penerapan prokes tidak hanya saat salat Tarawih, tapi kegiatan ibadah lainnya. Selain itu, jumlah jamaah maksimal dibatasi sebanyak 50 persen dari kapasitas masjid atau musala. Jarak aman antarjamaah diatur minimal 1 meter.

“Masker wajib dipakai atau tidak diperkenankan ikut salat berjamaah. Contohnya di Masjid Agung At-Taqwa saat salat Jumat, yang tidak memakai masker tidak boleh masuk atau diminta memakai masker terlebih dahulu," urai Cahyo, Kamis (8/4). 

Regulasi lainnya, jamaah diminta membawa perlengkapan salat. Khotbah maksimal 15 menit. Para pengurus masjid atau musala diwajibkan menunjuk petugas yang mengawasai pelaksanaan prokes. “Juga harus ada tempat cuci tangan dengan sabun di depan masjid atau musala," ucapnya. 

SE Kemenag turut mengatur kegiatan sahur maupun buka bersama, yang disarankan tidak digelar. "Di rumah masing-masing saja. Ini tujuannya mengantisipasi terjadinya kerumunan," tegasnya. 

Ditambahkan Cahyo, diterbitkannya SE tersebut bertujuan memberikan panduan beribadah sesuai protokol kesehatan, sekaligus mencegah penyebaran Covid-19 dan melindungi masyarakat. (al/wa/ria)

(rs/ria/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news