alexametrics
Kamis, 15 Apr 2021
radarsolo
Home > Nasional
icon featured
Nasional

MUI Keluarkan Fatwa Swab Test Tak Batalkan Puasa

08 April 2021, 20: 39: 51 WIB | editor : Perdana

Pelakasanaan swab test sebagai salah satu upaya memutus penyebaran Covid-19.

Pelakasanaan swab test sebagai salah satu upaya memutus penyebaran Covid-19. (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

Share this      

RADARSOLO.COM - Majelis Ulama Indonesia telah mengeluarkan fatwa bahwa hukum rapid test antigen dan polymerase chain reaction (PCR) atau swab test tidak membatalkan ibadah puasa.

"Pelaksanaan swab test sebagaimana dalam ketentuan umum tidak membatalkan puasa," ujar Ketua MUI Bidang Fatwa Asrorun Niam Sholeh dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (8/4).

Asrorun menjelaskan, swab test boleh dilakukan lantaran cara pengambilan sampel dahak, lendir, atau cairan dari nasofaring (bagian pada tenggorokan bagian atas yang terletak di belakang hidung dan di balik langit-langit rongga mulut) dan orofaring (bagian antara mulut dan tenggorokan).

Baca juga: Kemenag Wonogiri Izinkan Salat Tarawih di Masjid: Bukber Tidak Boleh

"Umat Islam yang sedang berpuasa diperbolehkan melakukan tes swab untuk deteksi Covid-19," kata dia.

Dalam upaya memutus rantai penularan Covid-19, MUI mengimbau agar masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan dengan disiplin memakai makser, mencuci tangan secara berkala, meminimalisir mobilitas, dan menghindari kerumunan.

MUI juga mendorong pemerintah lebih proaktif dalam mengawasi pelaksanaan penerapan protokol kesehatan di lingkungan sekitar masyarakat. Hal ini semata-mata agar pandemi Covid-19 bisa segera berakhir.

"Pemerintah agar melaksanakan dan mengawasi pelaksanaan protokol kesehatan dengan ketat, supaya pandemi Covid-19 segera berakhir," tegas Asrorun.

Sebelumnya, MUI juga telah mengeluarkan fatwa bahwa vaksinasi tak membatalkan puasa.

 "Vaksinasi Covid-19 yang dilakukan dengan injeksi intramuscular tidak membatalkan puasa," ujar Asrorun, beberapa waktu lalu.

Vaksinasi yang tengah dilakukan saat ini sebagai ikhtiar mengatasi pandemi Covid-19 melalui cara injeksi intramuskular. Injeksi intramuskular dilakukan dengan cara menyuntikkan obat atau vaksin melalui otot.

Dengan cara tersebut, maka menurut MUI, secara ketentuan hukum bahwa vaksinasi saat menjalani puasa tidak akan membatalkan puasa. Hal itu tertuang dalam Fatwa MUI Nomor 13 Tahun 2021 tentang Hukum Vaksinasi Covid-19 saat Berpuasa. (Antara)

(rs/ria/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news