alexametrics
Kamis, 15 Apr 2021
radarsolo
Home > Ekonomi & Bisnis
icon featured
Ekonomi & Bisnis

Kemenhub Ancam Sanksi Penerbangan yang Langgar Larangan Mudik Lebaran

08 April 2021, 21: 04: 55 WIB | editor : Perdana

Petugas kebersihan membersihkan berbagai fasilitas yang ada di Bandara Adi Soemarmo, beberapa waktu lalu.

Petugas kebersihan membersihkan berbagai fasilitas yang ada di Bandara Adi Soemarmo, beberapa waktu lalu. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

RADARSOLO.COM - Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Novie Riyanto menegaskan akan memberikan sanksi bagi badan usaha di sektor angkutan udara yang melanggar ketentuan penggunaan atau pengoperasian sarana transportasi pada 6 Mei hingga 17 Mei 2021.

“Kami akan memberikan sanksi  administratif sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku,” kata Novie, Kamis (8/4).

Novie mengatakan, larangan penggunaan transportasi udara selama masa Idul Fitri 2021 berlaku untuk angkutan udara niaga dan non-niaga. Sedangkan badan usaha niaga yang akan melakukan penerbangan diimbau agar menggunakan izin rute existing atau mengajukan persetujuan penerbangan (flight approval) kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.

Baca juga: Hujan Semalaman Robohkan Rumah, Pohon Tumbang Timpa Warga

Meskipun demikian, Kemenhub memberikan sejumlah pengecualian bagi kelompok masyarakat yang akan melakukan perjalanan dalam waktu tersebut. Antara lain perjalanan dinas pejabat tinggi negara dan tamu kenegaraan, operasional kedutaan besar, perwakilan organisasi internasional di Indonesia.

Selain itu, kegiatan penerbangan dalam rangka pemulangan WNI dan WNA, operasional angkutan kargo, perintis, dan operasional lainnya diperbolehkan untuk melakukan penerbangan. Yakni dengan izin dari Kemenhub.

“Larangan sementara penggunaan transportasi udara akan diawasi oleh direktur di lingkungan direktorat jenderal, otoritas bandara, satgas udara, dan pemda setempat. Kami lakukan pengawasan dan dikoordinasikan di setiap chekcpoint, bandara atau hub di Indonesia,” papar Novie.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Danto Restyawan mengatakan, pihaknya memberlakukan peniadaan angkutan mudik Lebaran antarkota.

"Angkutan mudik Lebaran antarkota tidak ada sama sekali. Dalam kota ada pembatasan jam operasional, yang dikecualikan perjalanan dinas, dibuka untuk seizin Dirjen Kereta Api. Sanksi sesuai ketentuan yang berlaku," kata Danto.

Sebagai informasi, Kementerian Perhubungan telah menerbitkan Peraturan Menteri Perhubungan tentang pengendalian transportasi selama masa Idul Fitri 1442 H/2021 dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19. Hal tersebut seiring dengan Satgas Covid-19 yang telah mengeluarkan Surat Edaran nomor 13/2021 tentang peniadaan mudik Hari Raya Idul Fitri dan upaya pengendalian selama bulan suci Ramadan. (Antara)

(rs/ria/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news