alexametrics
Kamis, 15 Apr 2021
radarsolo
Home > Solo
icon featured
Solo

Canggihnya Kamera ETLE, Ungkap Mobil Berpelat Nomor Palsu di Solo

08 April 2021, 21: 48: 07 WIB | editor : Perdana

Mobil Toyota Calya yang menggunakan nopol diduga palsu diamankan di Polresta Surakarta.

Mobil Toyota Calya yang menggunakan nopol diduga palsu diamankan di Polresta Surakarta. (ANTONIUS CHRISTIAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Kamera pemantau program electronic traffic law enforcement (ETLE) membuktikan kehebatannya. Dari bidikan kamera seharga Rp 3 miliar per unit itu, Satlantas Polresta Surakarta mencurigai adanya mobil bodong yang berkeliaran di Kota Bengawan. Kasus tersebut dilimpahkan ke satreskrim.

Kasatlantas Polresta Surakarta Kompol Adhytiawarman Gautama Putra menuturkan, kasus ini berawal saat operator ETLE mendapati pengendara mobil Toyota Calya nopol AD 8693 AS tak menggunakan sabuk pengaman saat melintas di simpang empat Kerten, Rabu (31/3). 

Mobil diketahui milik Enggung Marwoto, warga Munggung RT 01 RW 03 Kelurahan Gilingan, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo. Surat tilang dikirim ke alamat tersebut. 

Baca juga: Tetapkan Awal Ramadan, Kemenag Akan Pantau Hilal dari 86 Lokasi

Sepekan kemudian, Enggung datang ke satlantas untuk melakukan klarifikasi karena merasa tidak melintas di simpang empat Kerten pada hari tersebut. 

"Dia juga mengatakan orang yang terpotret di dalam mobil bukan dirinya dan bukan anggota keluarganya. Kesimpulan awal kami, ada penggunaan pelat nomor ganda. Kemudian kami sebarkan info kepada anggota untuk memantau apabila ada mobil dengan nopol AD 8693 AS agar dihentikan," beber Adhytiawarman.

Saat anggota berpatroli, mobil yang dicari melintas di Jalan Trasito dan langsung dibuntuti, lalu dihentikan di Jalan Bhayangkara, tepatnya di depan Stadion Sriwedari.

Kebetulan, mobil tersebut sama-sama bermerek Calya dan berwarna hitam. Dikemudikan Sutrisno, warga Makam Haji. Dia dibawa ke satlantas untuk pemeriksaan lebih lanjut 

“Kami lakukan pemeriksaan terhadap nomor rangka dan mesin mobil. Ternyata seharusnya nopol mobil tersebut AD 8693 US. Kami semakin curiga karena tulisan di STNK seperti diganti dan pengemudi tidak mampu menunjukkan BPKB mobil," terang kasatlants.

Hasil pendalaman satlantas, mobil tersebut dibeli Sutrisno dari temannya tanpa BPKB alias bodong. Kasus ini dilimpahkan ke satreskrim untuk diusut lebih lanjut. 

Kasatreskrim Polresta Surakarta AKP Djohan Andhika menuturkan, mobil yang diduga bodong telah diamankan, sedangkan Sutrisno masih berstatus saksi. “Kami terus dalami kasus ini, termasuk asal muasal barang (mobil)," ujarnya. (atn/wa/ria)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news