alexametrics
Kamis, 15 Apr 2021
radarsolo
Home > Nasional
icon featured
Nasional

Setelah Musik, Kisah Relief Candi Borobudur Akan Disuguhkan lewat Tari

08 April 2021, 22: 24: 29 WIB | editor : Perdana

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo ikut menari saat berkunjung di workshop tari relief di Balai Konservasi Borobudur, Kamis (8/4).

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo ikut menari saat berkunjung di workshop tari relief di Balai Konservasi Borobudur, Kamis (8/4). (ISTIMEWA)

Share this      

MAGELANG – Tak hanya dihadirkan dalam sajian musik, sebenatar lagi relief-relief yang terukir di dinding Candi Borobudur juga akan menjadi suguhan sendratari menarik. Balai Konservasi Candi Borobudur telah menggandeng sanggar-sanggar tari di Magelang untuk mewujudkan hal itu.

Beberapa cerita dalam relief telah dipelajari dan dibuat koreografinya. Terdapat lebih dari 1.200 relief di Candi Borobudur yang memiliki cerita menarik.

"Kami telah mengkaji potensi relief itu, dan mengintepretasikan cerita-cerita dalam relief itu dalam bentuk tarian. Ada banyak cerita, misalnya Karmawibhangga, Lalitawistara, Jataka Awadana, Gandawyuha, dan lain sebagainya," kata Seksi Dokumentasi dan Publikasi Balai Konservasi Borobudur Isni Wahyuningsih, Kamis (8/4).

Baca juga: Luncurkan Kartu Multi Trip KRL Solo-Jogja Edisi Solo, hanya Rp 30 Ribu

Dari cerita-cerita di relief candi, pihaknya telah membuat koreografi-koreografi untuk diejawantahkan dalam bentuk tari. Untuk mewujudkan itu, Balai Konservasi Borobudur juga menggandeng sangar-sanggar tari dan masyarakat sekitar.

"Hal ini penting, karena pemaknaan dan nilai-nilai di relief itu diberikan pada generasi penerus untuk pembelajaran. Jadi tidak hanya fisiknya yang kami lestarikan, tapi juga nilainya," jelasnya.

Diakui Isni, sebenarnya potensi seni tari dari relief candi Borobudur sangat banyak. Namun untuk saat ini, baru enam tarian yang sedang dikembangkan.

"Karena pandemi ini, workshop-nya dibatasi. Kami baru mengembangkan enam tarian dan menggandeng enam sanggar. Tarian kami ambil dari cerita Jataka Awanda, salah satunya kisah Manohara," papar dia.

Sementara itu, Ganjar sangat antusias dengan upaya menggerakkan cerita-cerita relief Candi Borobudur dalam kehidupan nyata. Setelah sebelumnya Trie Utami, Dewa Budjana, dan Purwatjaraka bersama-sama mewujudkan seni musik yang tertera dalam relief Borobudur, kini ada seni tari yang terinspirasi dari cerita di sana.

"Jadi ini nanti pasti akan menjadi pertunjukan yang sangat menarik. Setelah tadi saya mbahas seni musik, sekarang ada seni tari. Ini luar biasa," jelasnya.

Ganjar memang mendorong pembangunan kawasan Borobudur tak hanya fokus pada bangunan fisik. Namun kesenian, budaya, arsitektur, lingkungan dan lainnya harus juga dikembangkan bersama.

"Sehingga wisatawan yang datang tidak akan bosan. Dia akan benar-benar mendapatkan soul dari Borobudur," tandas Ganjar. (bay/ria)

(rs/ria/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news