alexametrics
Kamis, 15 Apr 2021
radarsolo
Home > Solo
icon featured
Solo

Dampak Siklon Tropis Seroja, Waspadai Cuaca Ekstrem di 3 Wilayah Ini

08 April 2021, 22: 45: 51 WIB | editor : Perdana

Cuaca ekstrem membuat gelombang laut di selatan Wonogiri naik.

Cuaca ekstrem membuat gelombang laut di selatan Wonogiri naik. (IWAN ADI LUHUNG/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberi warning terjadinya cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan di eks Karesidenan Surakarta. Terutama di Wonogiri, Sragen, dan Karanganyar. Ini sebagai efek siklon tropis seroja di selatan Pulau Jawa.

Koordinator Observasi dan Informasi Stasiun Metereologi Ahmad Yani Semarang Giyarto mengatakan, cuaca ektrem untuk beberapa hari ke depan perlu menjadi perhatian, sekalipun siklon tropis Seroja sudah menjauh dari Pulau Jawa. 

“Saat ini berada di selatan Pulau Jawa. Namun masih berpengaruh pada cuaca ekstrem, baik di wilayah perairan maupun daratan,” terang dia saat dihubungi via telepon, Kamis (8/4).

Baca juga: Ketua DPD: Relaksasi KUR UMKM Tanpa Agunan Harus Terkoordinasi

Untuk wilayah perairan di eks Karesidenan Surakarta, yang perlu diwaspadai adalah wilayah pesisir di Wonogiri. Efek siklon membuat gelombang pasang terbilang tinggi di wilayah perairan itu. 

“Wilayah perairan di selatan Pulau Jawa cukup menjadi perhatian karena berpotensi menimbulkan gelombang tinggi mulai dari Cilacap hingga Wonogiri,” kata Giyarto.

Siklon juga berdampak pada meningkatnya kecepatan angin di sebagian besar wilayah Jawa Tengah dengan rata-rata 130 kilometer per jam. Dalam dua hari ke depan masyarakat yang tinggal di wilayah Sragen dan Karanganyar diminta waspada cuaca ekstrem. 

“Untuk dua hari ke depan yang perlu diwaspadai di pengunungan tengah bagian utara, seperti wilayah Sragen dan Karanganyar,” jelas dia.

Selain efek siklon, potensi cuaca ekstrem juga bertambah karena sebagian besar wilayah Jawa Tengah sudah memasuki musim pancaroba. Pada musim ini, masyarakat perlu waspada akan munculnya hujan lebat disertai petir dan munculnya angin puting beliung. 

“Daerah yang memiliki histori puting beliung dan longsor perlu jadi perhatian,” tutur Giyarto. 

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri Bambang Haryanto membenarkan berdasarkan informasi dari BMKG, Wonogiri masuk kategori wilayah yang berpotensi rawan cuaca ekstrem. Karena itu, warga di daerah rawan bencana serta para relawan diminta tetap waspada terhadap potensi bencana yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

“Cuaca ekstem seperti ini berlangsung sampai pekan ketiga April. Tapi bisa saja berubah, saat ini cuaca sulit diprediksi secara pasti,” jelas dia.

Selain angin kencang, banjir dan bencana tanah longsor juga mengancam. Seperti pekan lalu melanda enam kecamatan. Yakni Kecamatan Kismantoro, Jatisrono, Jatiroto, Sidoharjo, Jatipurno, dan Nguntoronadi. “Cuaca ini juga dipengaruhi oleh fenomena la nina,” ujarnya. (ves/al/bun/ria)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news