alexametrics
Rabu, 12 May 2021
radarsolo
Home > Features
icon featured
Features

Henry Indraguna merasa bangga mendapat gelar Marga Purba

10 April 2021, 15: 18: 35 WIB | editor : Perdana

Henry Indraguna merasa bangga mendapat gelar Marga Purba

RADARSOLO.CO.ID - Satu lagi penghargaan diterima Henry Indraguna,tidak ketinggalan dan Fangky Christina Hartati istrinya juga dapat. Proses secara tradisi pemberian marga kepada seseorang yang bukan keturunan suku Batak Karo, di Balai Zeqita Berastagi, Sumatera Utara 

Pemberian marga dilakukan dengan cara mengangkat seseorang yang bukan keturunan Batak dari keluarga keturunan Batak yang telah ditunjuk. Henry secara pribadi terkesan dengan Marga Purba, karena perjalanan hidup dan pertemanan dengan seseorang teman bermarga Purba semasa mudanya. 

"Setelah diangkat dan diberi marga Purba, saya dianggap sebagai bagian dari keturunan sah dan berhak menyandang salah satu marga Purba di Batak Karo. Saya sangat bangga sekali," ujar Henry. 

Baca juga: Bantah Isu Penghentian Uji Coba PTM di 10 Sekolah, Jekek: Tetap Lanjut

Atas semua proses pemberian marga tersebut, Henry sangat bangga dan terharu.Dia akan patuh dan mentaati adat istiadat Batak Karo.

"Saya mengucapkan terimakasih atas semua proses ini. Sumatera Utara telah menjadi rumah kedua bagi saya," ucap Henry dengan penuh suka cita

Tokoh adat telah memutuskan pemberian marga kepada Henry, melalui Jenda Muli Purba memberikan kepada Henry Indraguna bermarga Purba, menjadi Henry Indraguna Purba. 

"Sejak saat ini Henry Indraguna  telah menjadi warga Karo yang bermarga Purba, bere-bere Tarigan. Setelah menjadi warga Karo, Henry Indraguna dapat menjaga nilai-nilai budaya Karo dalam kehidupan sehari-hari," ujar Pemberi Marga Jenda Muli Purba didampingi Kalimbubu Indra Sakti Tarigan Sibero dan Anak Beru Wimpi Sembiring. 

Begitu juga pemberian marga untuk istri Henry Indraguna diberi marga di Batak Karo menjadi tambahan dibelakang namanya Tarigan. Karena Henry sudah berkeluarga maka prosesnya berbeda dengan yang masih sendirian. 

"Bukan hal yang mudah bagi seseorang untuk mendapatkan gelar, sebelum pemberian gelar seharusnya diberi marga terlebih dahulu," ujar pemandu acara saat pemberian marga di lokasi.

Pemandu menjelaskan, pemberian marga adat batak merupakan sesuatu yang besar, sakral, dan biasanya bakal diadakan pesta. "Ada pesta yang besar dan ada yang kecil, tergantung orangnya," lanjut Pemandu. 

Setelah mendapat marga, orang tersebut baru bisa mendapat gelar atau penghargaan.Ada konsekuensi yang harus dilakukan. Jika ada pesta, orang ini harus menghadirinya. Dia harus siap menghadirinya, mewakili marga yang sudah didapat. 

"Dan proses ini adalah sesuatu yang sangat terhormat di adat batak," tuturnya. (oh)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news