alexametrics
Rabu, 12 May 2021
radarsolo
Home > Features
icon featured
Features
Mengenal Timiks Running Community

Para Eksekutif dan Perwira TNI Lari Sambil Kenalkan Destinasi Wisata

12 April 2021, 09: 17: 11 WIB | editor : Fery Ardy Susanto

HIDUP SEHAT: Komunitas Timiks Running Community berlari di kawasan Flyover Purwosari. 

HIDUP SEHAT: Komunitas Timiks Running Community berlari di kawasan Flyover Purwosari.  (ISTIMEWA)

Share this      

SESIBUK apapun olahraga itu sangat penting. Ini yang memprakasai pembentukan Timiks Running Community. Tak hanya sekadar lari, komunitas ini juga mengenalkan spot-spot destinasi wisata di Kota Bengawan.

A. CHRISTIAN, Solo, Radar Solo

Terbentuknya komunitas lari ini cukup unik. Berawal dari curhatan dari para general manager (GM) perhotelan di Kota Bengawan. Selama ini mereka sibuk dengan pekerjaan, sehingga tidak banyak waktu untuk berolahraga. Nah, akhirnya curhatan ini ditangkap oleh Letkol Ali Akhwan. Dia kemudian mendirikan Timiks Running Community. 

Baca juga: Swab Tak Batalkan Puasa

“Jadi mereka itu ingin pola hidup sehat dengan berolahraga. Tapi tidak punya waktu banyak melakukan itu. Kemudian saya tawarkan gimana kalau lari. Karena tidak butuh modal banyak, tidak perlu keahlian khusus, dan siapa saja bisa ikut. Ternyata tawaran saya disetujui mereka,” imbuh perwira TNI AD yang menjabat sebagai Kasrem 074/Warastratama ini.

Komunitas ini resmi berdiri 10 Januari lalu. Sebagai awalan hanya diikuti lima anggota. Lama kelamaan anggota komunitas ini terus bertambah hingga menjadi 40 orang. Anggotanya lintas pekerjaan. Tapi paling banyak dari bagian perhotelan.

“Kemudian saya berpikir kalau cuma lari saja, komunitas lain sudah ada dan banyak. Akhirnya saya buat jadi sport entertaiment. Jadi olahraganya 30 persen, 50 persen foto-foto, sisanya kumpul-kumpul, agar bahagia. Karena komunitas kami anggotanya umurnya 30 tahun keatas. Tidak mungkin memforsir tenaga. Intinya hidup sehat, hati bahagia,” katanya.

Dalam berlari ini, lanjut Ali, kerap menyambangi spot-spot foto destinasi wisata di Kota Bengawan. Hasil foto ini biasanamya langsung di-upload di sosial media mereka. Secara tidak langsung ini membantu mempromosikan wisata lokal. 

“Rutenya keliling Solo. Untuk awal-awal jaraknya 5 kilomoter. Sedikit-sedikit saya tambah, sekarang sudah 10 kilometer,” katanya

Biasanya agenda ini dilakukan setiap akhir pekan. Pagi start pukul 06.00. Kami menyesuaikan waktu longgar teman-teman,” katanya.

Meski hanya olahaga hiburan, tetap ada pemanasan sebelum mulai berlari. Hal ini guna mencegah cedera kala berkegiatan. “Terus saya ajarkan sedikit demi sedikit. Bagaimana cara berlari aga tidak mudah capek. Atur napas saat berlari seperti apa, dan sebagainya,” ungkap Ali.

Apakah memiliki rencana mengembangkan hobi mereka menjadi pelari profesional? Ali mengatakan belum memiliki rencana itu, mengingat para anggota komunitas memiliki pekerjaan tetap.

Meski pemula, lanjut Ali, stamina mereka tidak boleh dianggap enteng. Hal ini terbukti dimana anggota komunitas ini mengikuti agenda Mesa Stila Rails to Trails akhir pekan lalu. Sebanyak 21 pelari berhasil finish tanpa cedera. 

“Waktu itu jaraknya 16 kilometer. Dari Ambarawa sampai Magelang, Rutenya juga berat karena melewati rel yang berbatu, kemudian menanjak,” ujar Ali. (*/bun)

(rs/atn/fer/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news