alexametrics
Rabu, 12 May 2021
radarsolo
Home > Solo
icon featured
Solo

Terminal Tirtonadi Awasi Gelombang Mudik Dini, Penumpang Dites GeNose

12 April 2021, 22: 20: 59 WIB | editor : Perdana

Penumpang mengakses layanan GeNose di Terminal Tirtonadi, Senin (12/4).

Penumpang mengakses layanan GeNose di Terminal Tirtonadi, Senin (12/4). (M. IHSAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Pengelola Terminal Tirtonadi menyiapkan sejumlah skema mengantisipasi datangnya pemudik lebih awal. Penumpang bus antarkota antarprovinsi (AKAP) diawasi lebih ketat.

“Larangan mudik diberlakukan 6-17 Mei. Ada kemungkinan pemudik datang lebih awal dengan munculnya kebijakan itu. Makanya, kami akan memperketat pengawasan di sejumlah akses keluar masuk terminal,” ungkap Koordinator Terminal Tirtonadi Joko Sutriyanto, Senin (12/4).

Petugas terminal harus lebih jeli dalam melihat penumpang turun di Kota Bengawan atau hanya melintas. Ketika dipastikan ada pemudik yang nekat datang lebih awal, pengelola terminal segera berkoordinasi dengan Satgas Penanganan Covid-19 Kota Surakarta untuk diantarkan ke rumah karantina.

Baca juga: Jateng Siapkan Skenario Hadapi Mudik Lebaran

Di lain sisi, Terminal Tirtonadi menyiagakan tim kesehatan untuk layanan tes GeNose kepada para penumpang secara gratis. Namun, hanya tersedia untuk sepuluh penumpang yang dipilih secara acak. 

Tes GeNose, imbuh Joko, bisa dimanfaatkan untuk skrining pemudik yang nekat masuk Kota Bengawan. “Hal ini kami terapkan karena ada tren kenaikan penumpang jelang Ramadan dan mendekati Lebaran dengan kenaikan sekitar 2-3 persen dibandingkan hari biasa. Rata-rata mereka datang untuk liburan atau mengunjungi kerabat,” terangnya. 

Sri Mulyani, salah seorang penumpang AKAP yang menjajal GeNose mengaku kaget dengan aturan baru di terminal. Meski demikian, dia dengan senang hati mengikuti arahan petugas melakukan tes kesehatan.

“Saya baru tiba dari Lampung hendak ke Kalijambe, Sragen. Langsung didatangi petugas untuk diarahkan GeNose,” ucapnya. 

Menurutnya, tes GeNose lebih nyaman dibandingkan rapid test antigen karena harus dilakukan lewat hidung. Berbeda dengan GeNose yang hanya menghembuskan napas ke dalam kantong khusus. “Alhamdulilah hasilnya negatif,” kata Sri. (ves/wa/ria)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news