alexametrics
Rabu, 12 May 2021
radarsolo
Home > Solo
icon featured
Solo

Pemkot: Boleh Berjualan Takjil Tapi Jaga Jarak

13 April 2021, 10: 30: 30 WIB | editor : Fery Ardy Susanto

HARUS IKUTI ATURAN: Ilustrasi pedagang takjil saat melayani pembeli takjil di kawasan Stadion Manahan pada Ramadan tahun lalu.

HARUS IKUTI ATURAN: Ilustrasi pedagang takjil saat melayani pembeli takjil di kawasan Stadion Manahan pada Ramadan tahun lalu. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO - Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta memberikan izin kepada pedagang musiman berjualan, khususnya bagi pedagang yang menyediakan menu takjil. 

Kebijakan ini diatur dalam Surat Edaran (SE) Wali Kota Solo No 067/1010 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro dan Mengoptimalkan Peran Satuan Tugas Tingkat Kelurahan Untuk Pengendalian Persebaran Covid-19.

"Pemkot memperbolehkan aktivitas pedagang musiman, asal harus sesuai aturan," ujar Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Surakarta Heru Sunardi.

Baca juga: Bernafsu dalam Ibadah

Heru mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan dinas terkait, termasuk satpol PP. Topik bahasan yakni lokasi yang diizinkan bagi pedagang musiman, serta pengaturan jarak lapak satu dengan lainnya, kemasan makanan, dan lainnya. 

"Untuk menu buka puasa yang dijajakan harus sudah dikemas. Pengemasan jajanan dilarang dilakukan di lokasi jualan yang umumnya di pinggir jalan. Kalau dikemas dari rumah kan artinya lebih higienis. Kemudian, untuk waktu jualan juga dibatasi hanya 5,5 jam mulai pukul 13.00 WIB sampai 18.30 WIB," ungkapnya.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Surakarta Ahyani menuturkan, dalam SE PPKM Mikro terbaru, diatur teknis berjualan takjil. "Penjual takjil dan sebagainya kita perbolehkan asalkan tidak berkerumun. Kalau melanggar, kami tegur. Lebih dari tiga kali (tetap nekat) bakal dilarang jualan," pungkasnya. (ves/wa/dam) 

(rs/ves/fer/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news