alexametrics
Rabu, 12 May 2021
radarsolo
Home > Wonogiri
icon featured
Wonogiri

Baru Awal Ramadan, Ribuan Kaum Boro sudah Mulai Mudik ke Wonogiri

13 April 2021, 17: 54: 13 WIB | editor : Perdana

Bus-bus AKAP hilir mudik membawa pemudik dari Jabodetabek ke Terminal Giri Adipura Wonogiri.

Bus-bus AKAP hilir mudik membawa pemudik dari Jabodetabek ke Terminal Giri Adipura Wonogiri. (IWAN ADI LUHUNG/RADAR SOLO)

Share this      

WONOGIRI – Kedatangan pemudik atau kaum boro dari kota-kota besar di Jakarta dan sekitarnya sulit dicegah. Dalam tiga hari terakhir tercatat pemudik yang naik bus umum mencapai 7 ribu orang.

Pemkab Wonogiri meminta ketua RT dan RW untuk berperan aktif mendampingi warga yang pulang kampung. Mereka diminta memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat untuk memastikan kondisi kesehatannya.

Bupati Wonogiri Joko Sutopo mengatakan, tak perlu menghabiskan energi untuk berdebat tentang pro dan kontra adanya larangan mudik. Yang perlu dilakukan langkah-langkah khusus bagi kaum boro yang pulang dari perantauan dari kota-kota besar. 

Baca juga: MUI Tegaskan Vaksinasi Covid dengan Injeksi Tak Batalkan Puasa

“Saya minta semua ketua RT dan RW memiliki tanggung jawab sosial untuk mendampingi, mengontrol dan mendata warga yang pulang kampung,” ujar Jekek, Selasa (13/4).

Nantinya, kaum boro yang pulang ke Kota Sukses diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan (faskes) setempat. Faskes itu juga memiliki alat deteksi korona berupa rapid test antigen.

“Prinsipnya, pemerintah akan mempersiapkan diri. Skrining bagi pemudik dari kota-kota besar akan dilakukan demi mencegah penularan Covid-19,” kata pria yang akrab disapa Jekek ini.

Pemerintah pusat melarang warga untuk mudik Lebaran pada 6 - 17 Mei. Warga yang pulang sebelum 6 Mei harus mendapatkan perhatian khusus. Karena itu, pihaknya ingin kembali memberdayakan ketua RT dan RW.

“Beliau (RT dan RW) kan tokoh. Biasanya kalau ditokohkan punya pengaruh dan masyarakat di wilayah itu patuh dengan beliau-beliau ini,” jelas Jekek.

Sejak awal Ramadan, pihaknya sudah menginstruksikan agar para kepala desa mengingatkan ketua RT dan RW untuk melakukan pendampingan, pendataan, dan pengawasan kepada perantau yang baru saja pulang kampung.

“Saya mendapat laporan dari asisten I sekda kalau fluktuasi pergerakan mobilitas warga cukup tinggi. Maka begitu ada yang pulang langsung didorong ke faskes-faskes terdekat,” kata dia.

Koordinator Terminal Tipe A Giri Adipura Wonogiri Agus Hasto Purwanto mengatakan, berdasarkan data produksi terminal, jumlah penumpang kedatangan bus antarkota antarprovinsi (AKAP) beberapa waktu terakhir ini cukup banyak (data lihat grafis).

“Kalau berdasarkan data produksi terminal, ada peningkatan jumlah penumpang kedatangan di tiga hari terakhir,” kata dia.

Pada Senin (12/4) jumlah penumpang kedatangan menembus angka 2.773 orang. Jika dicermati, dalam tiga hari ada 7 ribu penumpang bus AKAP datang di Wonogiri. Mereka mayoritas berasal dari kota-kota besar seperti Jakarta dan sekitarnya.

Berdasarkan pengalaman dan karakter kaum boro Wonogiri, kata Agus, sebagian dari mereka akan pulang kampung meski diberlakukan pembatasan. Tak menutup kemungkinan, sebagian perantau asal Kota Sukses itu bakal mudik sebelum 6 Mei.

Apakah ribuan kaum boro yang pulang dalam beberapa hari terakhir ini mendahului mudik sebelum mudik dilarang? Agus belum bisa memastikan. Namun, jelang Ramadan dan Lebaran bisanya pemudik yang naik bus AKAP terus meningkat.

“Bisa jadi pada awal-awal puasa mereka pengin ketemu keluarganya di kampung halaman. Kami tidak menggarisbawahi bahwa mereka mendahului mudik atau tidak. Mungkin ada kegiatan keluarga yang harus dipenuhi di kampung,” kata dia.

Pihaknya kini terus memantau pergerakan jumlah penumpang, baik kedatangan ataupun keberangkatan. Selain itu juga menekankan agar para penumpang dan kru bus, baik yang tiba di Wonogiri atau berangkat ke perantauan tetap menerapkan protokol kesehatan. Masker wajib dipakai selama perjalanan. (al/bun/ria)

Kedatangan Penumpang di Terminal Wonogiri:

6 April: 104 bus dengan 1.672 penumpang

7 April: 97 bus dengan 1.720 penumpang

8 Apri: 87 bus dengan 1.670 penumpang

9 April: 112 bus dengan 2.072 penumpang 

10 April: 127 bus dengan 2.459 penumpang

11 April: 125 bus dengan 2.443 penumpang

12 April: 141 bus dengan 2.773 penumpang

Sumber: Terminal Giri Adipura Wonogiri

(rs/ria/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news