alexametrics
Rabu, 12 May 2021
radarsolo
Home > Solo
icon featured
Solo

Pemkot Solo Mulai Terima Berkas Pengajuan Bansos Produktif UMKM

13 April 2021, 20: 37: 44 WIB | editor : Perdana

Para pendaftar bansos produktif usaha mikro mulai mengumpulkan berkas pengajuan.

Para pendaftar bansos produktif usaha mikro mulai mengumpulkan berkas pengajuan. (ANTARA)

Share this      

RADARSOLO.COM – Pemkot Surakarta mulai menerima berkas untuk pengajuan bantuan sosial produktif dari pelaku usaha mikro yang terdampak Covid-19.

"Pendaftaran sudah dimulai sejak 12 April dan akan dibuka sampai 20 April 2021. Untuk pendaftaran dilakukan secara online," kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Surakarta Heri Purwoko, Selasa (13/4).

Setelah melakukan pendaftaran secara online, para pelaku usaha tersebut menyerahkan berkas berupa kelengkapan adiministrasi ke Kantor Dinas Koperasi dan UKM Surakarta. Selanjutnya, dari tingkat kabupaten/kota, berkas tersebut akan diserahkan ke Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah, untuk kemudian dikirim ke Kementerian Koperasi dan UKM.

Baca juga: Pesta Ulang Tahun di Tawangsari Berujung Petaka, 1 Pemuda Hanyut

"Kalau untuk penyerahan, paling lambat 21 April 2021. Beberapa berkas yang dibutuhkan di antaranya salinan KTP (kartu tanda penduduk) dan KK (kartu keluarga). Berbeda dengan tahun lalu, untuk tahun ini KK menjadi salah satu syarat yang harus dipenuhi oleh pelaku usaha," terang Heri.

Ditambahkan Heri, pencantuman KK itu untuk menghindari pengajuan permintaan bantuan sosial produktif lebih dari satu orang dalam satu KK.

"Pengalaman kemarin ada yang satu KK mengajukan dua atau tiga. Itu tidak boleh. Kecuali satu rumah tetapi punya KK masing-masing, maka diperbolehkan. Syarat yang lain adalah nomor induk berusaha atau surat keterangan usaha dari kelurahan masing-masing," ujar Heri.

Sementara itu, besaran bantuan sosial yang akan diperoleh para penerima juga berbeda dari tahun sebelumnya. Jika tahun lalu setiap pelaku usaha memperoleh bantuan sebesar Rp 2,4 juta, tahun ini dikurangi menjadi Rp 1,2 juta.

"Namun untuk jumlah penerima lebih banyak. Kalau tahun lalu jumlah penerima hanya 12 juta pelaku usaha, tahun ini bisa sampai 24 juta pelaku UKM," ucap Heri.

Saat ini, tidak ada kuota pengajuan di masing-masing daerah. Oleh karena itu, dia mengimbau kepada pelaku usaha untuk sesegera mungkin mendaftar agar segera terdata oleh dinas koperasi dan UMKM.

"Tidak ada kuota khusus. Kalau tahun lalu dari Kota Solo yang menerima ada sekitar 10.000 pelaku usaha," tandas Heri. (Antara)

(rs/ria/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news