alexametrics
Rabu, 12 May 2021
radarsolo
Home > Solo
icon featured
Solo

Pemkot Solo: Pendaftaran Vaksinasi lewat Kelurahan, Bukan Google Form

14 April 2021, 20: 00: 08 WIB | editor : Perdana

Warga lansia di Solo menjalani skrining sebelum divaksin, beberapa waktu lalu.

Warga lansia di Solo menjalani skrining sebelum divaksin, beberapa waktu lalu. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Pemkot Surakarta menegaskan, pendaftaran vaksinasi Covid-19 bagi kelompok lanjut usia (lansia) dilakukan melalui kelurahan masing-masing. Penegasan ini dilakukan seiring beredarnya kabar pendaftaran vaksinasi via Google Form yang beredar di dunia maya. 

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Surakarta Ahyani meminta warga Kota Bengawan agar berhati-hati menyikapi informasi terkait pendaftaran vaksinasi lansia. Dia menegaskan, munculnya pesan siaran yang mengatasnamakan Pemkot Surakarta untuk mendata peserta vaksinasi lewat tautan Google Form itu tidak benar. 

"Di pesan itu warga diminta mengisi data-data tertentu agar terdaftar dalam program vaksinasi Covid-19. Kami minta masyarakat berhati-hati menyikapi informasi itu," kata dia, Rabu (14/3).

Baca juga: Musrenbang Jateng 2022, Pemprov Terima 27 Ribu Usulan Masyarakat

Pemkot Surakarta tegas mengatakan bahwa tidak pernah melakukan pendataan peserta vaksin melalui situs web tersebut. Jika pun ada, hal itu dilakukan pada waktu sebelumnya dan bukan pada waktu-waktu ini. 

"Informasi tersebut hoaks. Kami memang pernah meminta data warga lansia melalui Google Form beberapa waktu lalu, namun sudah dihentikan. Saat itu, kami masih membatasi kuota peserta dari lansia, sehingga memakai layanan tersebut. Sekarang sudah tidak lagi, pendataan masyarakat umum juga tidak ada," beber Ahyani. 

Pemkot Surakarta merasa perlu mengklarifikasi hal tersebut sebab hal itu bisa dimanfaatkan oleh orang tidak bertanggung jawab. Pasalnya, masyarakat yang mengakses formulir elektronik itu diminta mengisi data pribadi secara lengkap, seperti nomor kartu tanda penduduk (KTP), tempat dan tanggal lahir, serta alamat rumah dan sebagainya.

"Kami tengah melacak siapa penyebar pertama tautan Google Form itu. Masyarakat harus hati-hati dan jangan mudah percaya dengan berita bohong yang sering beredar di WhatsApp atau media sosial," tegas Ahyani yang juga menjabat ketua pelaksana Satgas Penanganan Covid-19 Kota Surakarta itu. 

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surakarta Siti Wahyuningsing menegaskan, pendaftaran vaksinasi untuk lansia dilakukan di kelurahan setempat. "Pendataan warga lansia melalui kelurahan, tidak melalui form Google. Memang dulu kami sempat bikin di awal-awal itu. Tapi, sekarang melalui kelurahan. Semuanya koordinasi untuk pendataan lansia dilakukan dengan kelurahan," tegas dia. 

Dinkes menyatakan, saat ini masyarakat umum belum menjadi prioritas dalam vaksinasi tahap kedua yang masih berlangsung. Sebab, untuk tahap kedua ini sasaran vaksinasi ditujukan pada lansia dan petugas pelayanan publik. 

"Tahap pertama lalu untuk petugas kesehatan. Kemudian, tahap kedua untuk petugas pelayanan publik, seperti tenaga pendidik, tokoh agama, wakil rakyat, pejabat negara, pegawai pemerintah, keamanan, pejabat publik, transportasi publik, atlet, wartawan dan pekerja media, serta pariwisata," terang wanita yang akrab disapa Ning itu. (ves/ria)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news