alexametrics
Minggu, 13 Jun 2021
radarsolo
Home > Solo
icon featured
Solo

Mudik Ke Solo Bisa, Asalkan Masuk Wilayah Aglomerasi

15 April 2021, 16: 13: 22 WIB | editor : Fery Ardy Susanto

BISA MUDIK KE SOLO: Meski di wilayah aglomerasi tetap bisa bepergian, namun penyekatan akan tetap dilakukan.

BISA MUDIK KE SOLO: Meski di wilayah aglomerasi tetap bisa bepergian, namun penyekatan akan tetap dilakukan. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO  - Pemerintah secara resmi melarang mudik lebaran 2021. Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran (SE) Kepala Satgas Penanganan COVID-19 No. 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik pada Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah selama 6-17 Mei 2021.

Disamping itu, Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) juga membuat aturan resmi larangan mudik Lebaran untuk semua moda transportasi darat, laut, udara, kereta sepanjang 6-17 Mei 2021.

Akan tetapi mudik lokal di sejumlah wilayah diperbolehkan. Pengecualian ini berlaku untuk perjalanan kendaraan yang ada di kota atau kabupaten yang terhubung dalam sebuah kesatuan wilayah atau biasa disebut aglomerasi. Jadi bagi warga yang hendak bepergian atau mudik di wilayah yang masuk dalam aglomerasi ini, tetap bisa dilakukan. 

Baca juga: Hangatkan Makanan Buka Untuk Dimakan Saat Sahur Bukan Pilihan Tepat

Berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 13 Tahun 2021 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Idul Fitri 1442 H/Tahun 2021 Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19, disebutkan ada 35 kota/kabupaten dalam 8 wilayah aglomerasi yang tetap bisa melakukan perjalanan.

Menanggapi hal tersebut, Kabid Lalin Dinas Perhubungan (Dishub) Pemkot Surakarta menyampaikan, bahwa Solo masuk dalam wilayah pengecualian pergerakkan kendaraan, karena Kota Solo masuk dalam wilayah aglomerasi Eks Karisidenan Surakarta.

"Jadi disaat pemberlakuan aturan larangan mudik, warga yang ada di wilayah aglomerasi Eks Karisidenan Surakarta tetap bisa masuk ke Solo. Begitu pula warga Solo yang hendak bepergian di kawasan aglomerasi ini juga bisa," jelasnya saat dihubungi Jawa Pos Radar Solo, Kamis (15/4).

Meski demikian, nantinya akan ada penyekatan di area perbatasan wilayah Kota Solo. Menurutnya jika ada pendatang yang bukan dari wilayah aglomerasi jelas tidak akan bisa masuk. "Penyekatan tetap ada. Kami menunggu koordinasi dengan pihak kepolisian selaku leading sektor penyekatan," ujarnya.

Kasatlantas Polresta Surakarta Kompol Adhytiawarman Gautama Putra menambahkan untuk teknis penyekatan, Satlantas Polresta Surakarta masih berkoordinasi dengan Pemkot. "Memang dari Korlantas Mabes Polri jelas ada kebijakan bahwa pemudik dapat diminta putar balik ke daerah asal. Tapi tiap daerah ada kebijakan masing-masing," ujarnya.  

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surakarta Hari Prihatno menyampaikan meskipun ada pembatasan mobilitas masyarakat jelang Lebaran, namun Dishub sudah mendapat lampu hijau untuk tetap mengoperasikan angkutan perkotaan dan aglomerasi. "Sepertinya angkutan kota dan aglomerasi yang menghubungkan antar daerah masih boleh beroperasi,” pungkasnya. (atn/ves/dam)

Berikut wilayah aglomerasi yang masuk dalam pengecualian moda transportasi darat :

1. Medan, Binjai, Deli, Serdang, dan Karo

2. Jabodetabek : Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi 

3. Bandung Raya : Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat

4. Semarang, Kendal, Demak, Ungaran, dan Purwodadi

5. Yogyakarta Raya : Kota Yogyakarta, Sleman, Bantul, Kulon Progo, Gunung Kidul,

6. Eks Karisidenan Surakarta : Kota Solo, Sukoharjo, Boyolali, Klaten, Wonogiri, Karanganyar, Sragen

7. Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, dan Lamongan

6. Makassar, Sungguminasa, Takalar, dan Maros

(rs/bram/fer/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news