alexametrics
Minggu, 13 Jun 2021
radarsolo
Home > Klaten
icon featured
Klaten

Satu RT di Juwiring, Klaten Di-Lockdown Lokal

27 April 2021, 17: 55: 49 WIB | editor : Perdana

Camat Juwiring Herlambang Jaka Santosa

Camat Juwiring Herlambang Jaka Santosa (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN – Satu RT di Desa Sawahan, Kecamatan Juwiring menerapkan lockdown lokal mulai Selasa (27/4) hingga enam hari ke depan. Ini setelah adanya tujuh warga di satu RT tersebut yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Ketujuh orang ini masih memiliki hubungan kekerabatan, tetapi tinggal di RT yang sama. Saat ini mereka telah melakukan isolasi mandiri, yang tersebar di empat rumah di RT tersebut. Isolasi dilakukan selama tujuh hari.

“Iya benar, mulai hari ini kita berlakukan lockdown lokal karena ada tujuh orang di RT tersebut yang terkonfirmasi positif Covid-19. Awalnya dari satu orang yang bekerja di Ceper sebagai karyawan swasta telah sakit, lalu anggota keluarga lainnya terpapar. Jadi ini klaster keluarga,” jelas Camat Juwiring Herlambang Jaka Santosa saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (27/4).

Baca juga: Keutamaan 10 Hari Pertama, Kedua, dan Ketiga Ramadan

Seluruh akses masuk ke RT tersebut telah dibatasi secara lebih ketat lagi. Hanya memberlakukan satu akses yang keluar-masuknya diawasi petugas. Karena terdapat Posko PPKM Mikro yang telah disiagakan. Warga dari luar kampung maupun desa tidak bisa masuk ke RT tersebut.

Sementara itu, bagi warga RT tersebut yang tidak terkonfirmasi positif Covid-19 diperkenankan untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Termasuk pergi untuk bekerja tetap diizinkan, dengan syarat menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat. Mulai dari menggunakan masker, cuci tangan pakai sabun, dan bisa menjaga jarak.

“Untuk sementara tempat ibadah dan bermain anak di RT tersebut kita tutup dulu. Kebetulan lokasi yang digunakan untuk isolasi mandiri masih ada dalam satu kompleks,” ucapnya.

Selama melaksanakan isolasi mandiri, ketujuh orang itu dipasok logistik dari pemerintah desa setempat. Termasuk mengetuk hati dari warga sekitar secara gotong-royong untuk memberikan bantuan logistik pula. Diharapkan ketujuh orang itu bisa disiplin dalam menjalankan isolasi mandiri.

Tim Ahli Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Klaten Ronny Roekmito menambahkan, munculnya klaster keluarga tidak hanya di Kecamatan Juwiring. Tetapi di sejumlah daerah lainnya, seperti Kecamatan Trucuk, Klaten Tengah, dan Wedi.

“Memang klaster keluarga ini sulit dihindari jika tidak dari kesadaran diri dalam menerapkan prokes di lingkup keluarga. Apalagi bagi orang tanpa gelaja (OTG) merasa dirinya sehat-sehat saja, tetapi anggota keluarga lainnya jadi terpapar. Maka itu perlu dilakukan pencegahan,” ucap Ronny.

Ia meminta kepada Posko PPKM Mikro yang ada di setiap desa melakukan pengawasan terhadap warganya yang keluar masuk di wilayahnya. Terutama yang baru tiba lalu berkumpul dengan keluarga. Harus dipastikan yang bersangkutan bebas Covid-19 sehingga bisa memutus penyebaran virus.

“Kasus klaster keluarga terus bertambah. Kumpul-kumpul keluarga tanpa menerapkan prokes memang cukup rawan. Hal ini yang membuat kasus Covid-19 di Klaten terus bertambah,” pungkasnya. (ren/ria)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news