alexametrics
Rabu, 12 May 2021
radarsolo
Home > Nasional
icon featured
Nasional

Indonesia Terima 6,48 Juta Vaksin Covid: Sinovac & Sinopharm

30 April 2021, 21: 42: 50 WIB | editor : Perdana

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate saat konferensi pers daring terkait kedatangan vaksin Covid-19 di Bandara Soekarno-Hatta.

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate saat konferensi pers daring terkait kedatangan vaksin Covid-19 di Bandara Soekarno-Hatta. (ANTARA)

Share this      

RADARSOLO.COM - Hari ini (30/4), Indonesia menerima sebanyak 6 juta dosis vaksin dalam bentuk bahan baku dari Sinovac Biotech Ltd dan 482.400 dosis vaksin dalam bentuk jadi atau vial dari Sinopharm China National Pharmaceutical Group.

Dengan kedatangan vaksin tahap kesepuluh ini, Indonesia sudah menerima sejumlah 65.500.000 dosis vaksin dalam bentuk bahan baku dari Sinovac dan 8.448.000 dosis vaksin dalam bentuk jadi dari Sinovac, Sinopharm, dan COVAX Facility AstraZeneca.

"Kedatangan vaksin pada hari ini merupakan bentuk konsistensi pemerintah dalam mengamankan pasokan vaksin secara bertahap di dalam negeri," kata Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate dalam konferensi pers daring terkait kedatangan vaksin Covid-19 tahap kesepuluh di Bandara Soekarno-Hatta.

Baca juga: Waspadai Penawaran Investasi Berkedok Aset Kripto

Pengadaan vaksin ini juga menjadi upaya untuk mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity. Di saat bersamaan, pemerintah akan terus melakukan 3T (testing, tracing dan treatment) dan masyarakat diharapkan dapat terus melaksanakan secara disiplin protokol kesehatan 3M.

Menteri Johnny juga menyoroti beberapa negara yang menghadapi gelombang kedua. Bahkan gelombang ketiga penularan Covid-19 yang mengakibatkan kembali terjadinya lonjakan kasus positif. Dia berharap hal serupa tidak terjadi di Indonesia.

"Kita harus bersama-sama berupaya agar kejadian tersebut tidak terjadi di Indonesia. Meskipun vaksinasi telah dilakukan, kita tidak boleh lengah. Kita tetap harus tetap disiplin melakukan protokol kesehatan untuk keselamatan seluruh masyarakat Indonesia," tutur dia.

Selain vaksinasi, 3T, dan imbauan 3M di masyarakat, pemerintah juga meniadakan mudik Lebaran tahun ini pada 6-17 Mei 2021 demi mencegah penularan Covid-19.

Di samping itu, ada juga penerapan pengetatan persyaratan pelaku perjalanan dalam negeri sejak dua pekan sebelum dan sepekan setelah masa peniadaan mudik. Yakni pada 22 April-5 Mei 2021 dan 18-24 Mei 2021.

"Upaya-upaya ini diharapkan tidak hanya memutus rantai penyebaran Covid-19. Namun juga mengantisipasi penularan kasus antardaerah. Kita tidak boleh lengah demi melindungi diri, keluarga, dan seluruh masyarakat," tandas Johnny. (Antara)

(rs/ria/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news