alexametrics
Rabu, 12 May 2021
radarsolo
Home > Ekonomi & Bisnis
icon featured
Ekonomi & Bisnis

Jelang Larangan Mudik, Ribuan Penumpang Tiba di Bandara Adi Soemarmo

04 Mei 2021, 04: 10: 59 WIB | editor : Perdana

Kondisi Bandara Adi Soemarmo di awal Ramadan yang masih sepi. Namun, akhir pekan kemarin jumlah penumpang pesawat mulai terjadi peningkatan.

Kondisi Bandara Adi Soemarmo di awal Ramadan yang masih sepi. Namun, akhir pekan kemarin jumlah penumpang pesawat mulai terjadi peningkatan. (SEPTINA FADYA/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO - Pemudik jalur udara via Bandara Adi Soemarmo mulai bergeliat. Pada akhir pekan kemarin, tercatat lebih dari 1.000 penumpang tiba. Diprediksi peningkatan ini terus terjadi jelang pelarangan mudik 6 Mei. 

Sabtu lalu (1/5), 1.000 penumpang tiba. Jumlah penumpang naik pada Minggu (2/5), mencapai 1.800 penumpang. Jumlah ini diprediksi akan meningkat pada hari ini dan sehari jelang pelarangan mudik pada Rabu (5/5). 

“Dibandingkan Maret, grafiknya meningkat. Maret lalu rata-rata 1.100 penumpang. Terlebih sekarang sudah ada GeNose juga. Hari keempat operasional GeNose sudah ada 40 penumpang yang menggunakan layanan itu,” ungkap General Manager Bandara Adi Soemarmo, Yani Ajat Hermawan, kemarin (3/5).

Baca juga: KAI Hanya Operasikan KA Jarak Jauh untuk Non-Mudik, Ini Daftarnya

Kendati terjadi peningkatan okupansi, namun Yani Ajat mengaku jumlah tersebut belum bisa mencapai okupansi normal sebelum pandemi Covid-19 pada 2019 silam. Sebab, saat ini hanya tersedia 7-8 flight saja. Dengan lima maskapai, yakni Garuda Indonesia, Batik Air, Lion Air, Citilink, dan Nam Air. 

“Selama pembatasan transportasi saat larangan mudik 6-17 Mei, lima maskapai ini masih beroperasi. Namun dengan sedikit penyesuaian. Karena ada maskapai yang tidak setiap hari terbang. Juga ada penggabungan penumpang jika jumlahnya sedikit," jelasnya.

Yani Ajat menyebut, selama masa larangan mudik, bandara tetap melayani penumpang namun dengan pengurangan jam operasional. Mulai pukul 09.00-17.00. Maskapai juga akan mengurangi jam operasional penerbangan. Untuk mengakomodasi penerbangan cargo dan perjalanan khusus.

“Kami sebagai pendukung jasa angkutan menyiapkan fasilitas terbaik. Selama 6-17 Mei, tetap ada penerbangan. Sesuai SE Kementerian Perhubungan (Kemenhub) penerbangan hanya untuk mereka yang punya keperluan khusus non-mudik, dibuktikan dengan surat keterangan dari kelurahan dan menggunakan surat izin atasan perjalanan dinas. Nanti akan dicek satgas Covid di bandara," bebernya.

Yani Ajat berharap berbagai upaya yang dilakukan ini dapat mencegah meningkatnya kasus Covid-19 di masa mudik Lebaran tahun ini. (aya/bun/ria)

(rs/aya/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news