alexametrics
Rabu, 12 May 2021
radarsolo
Home > Boyolali
icon featured
Boyolali

Ujian Sekolah SD di Ampel dan Gladagsari Gunakan Sistem No Paper Test

04 Mei 2021, 11: 28: 37 WIB | editor : Fery Ardy Susanto

SEDIKIT CANGGUNG: Siswa di SDN 2 Ampel, Desa Candi, Kecamatan Ampel jalani ujian, kemarin (3/5).

SEDIKIT CANGGUNG: Siswa di SDN 2 Ampel, Desa Candi, Kecamatan Ampel jalani ujian, kemarin (3/5). (TRI WIDODO/RADAR SOLO)

Share this      

BOYOLALI - Usai menggelar ujian sekolah untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) pekan lalu, kini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menggelar ujian sekolah untuk Sekolah Dasar (SD). Ujian ini dilaksanakan mulai pada Senin-Jumat (3-7/5/2021).

Ujian sekolah dasar di Kecamatan Ampel dan Gladagsari memaksimalkan teknologi dalam mengerjakan tugas. Yakni dengan sistem no paper test atau ujian tanpa kertas, yakni dengan menggunakan teknologi android. Seperti yang terlihat di SD Negeri 2 Ampel, Desa Candi, Kecamatan Ampel, kemarin (3/5/2021).

Para siswa tetap datang ke sekolah untuk tatap muka, tetapi soal ujian dikirim melalui daring dengan teknologi android yang telah dikendalikan server dari ruang pusat kegiatan guru.

Baca juga: Enam SD di Solo Ditunjuk Mengikuti Simulasi PTM

"Soal ujiannya dibagikan secara daring dengan server dari pusat kegiatan guru, kemudian pelaksanaannya ujiannya dengan tatap muka. Ini yang harus saya kembangkan, di sekolah lain masih menggunakan paper test. Sedangkan untuk SD di wilayah Ampel dan Gladagsari semua menggunakan sistem no paper test," terang Kepala Disdikbud Kabupaten Boyolali Darmanto di sela monitoring ujian sekolah di SD Negeri 2 Ampel, Senin (3/5).

Darmanto menambahkan dalam ujian sekolah SD ini ada sembilan mata pelajaran diujikan. Untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) mendapatkan porsi waktu mengerjakan lebih lama dibandingkan dengan mata pelajaran lain.

"Praktis per harinya anak-anak ada di sekolah selama 150 menit ditambah waktu untuk istirahat. Sehingga masih sesuai dengan SOP kami maksimal tiga jam," kata Darmanto.

Sebagai informasi, ujian sekolah ini diikuti 11.933 siswa di 582 SD yang ada di Kabupaten Boyolali. Pada ujian sekolah tersebut, para siswa tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) dengan ketat.

Kepala SD Negeri 2 Ampel Fajar Sasongko mengungkapkan, ujian sekolah untuk siswa kelas VI sempat akan digelar dirumah salah satu guru yang berada di zona hijau Covid-19. Seperti diketahui, beberapa hari yang lalu terdapat klaster piknik yang berasal dari Dusun Gondang, Desa Candi yang menyebabkan daerah tersebut masuk ke dalam zona oranye.

"Minggu (2/5/2021) kemarin sudah ada informasi dari Gugus Tugas Covid yang menyatakan Desa Gondang sudah aman. Dan sudah dinyatakan negatif semua. Sehingga ujian yang tadinya akan dilaksanakan di salah satu rumah guru, akhirnya kami kembalikan ke tempat SD Negeri 2 Ampel karena sudah masuk zona hijau,” pungkasnya. (wid/nik/dam) 

(rs/wid/fer/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news