alexametrics
Rabu, 12 May 2021
radarsolo
Home > Klaten
icon featured
Klaten
Perkembangan Pembangunan Jalan Tol Solo-Jogja

Camat di Wilayah Klaten Diminta Aktif Pantau Permasalahan Proyek Tol

04 Mei 2021, 12: 20: 00 WIB | editor : Fery Ardy Susanto

PEMAPARAN: Staf Ahli Menkopolhukam Bidang Ketahanan Nasional Marsekal Muda TNI Achmad Sajili saat memberikan arahan terkait pembangunan Jalan Tol Solo-Jogja di Pendapa Pemkab Klaten

PEMAPARAN: Staf Ahli Menkopolhukam Bidang Ketahanan Nasional Marsekal Muda TNI Achmad Sajili saat memberikan arahan terkait pembangunan Jalan Tol Solo-Jogja di Pendapa Pemkab Klaten (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN – Staf Ahli Menkopolhukam Bidang Ketahanan Nasional Marsekal Muda TNI Achmad Sajili melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Klaten, Senin (3/5/2021) siang. Kedatangannya untuk melakukan koordinasi terkait perkembangan pembangunan Jalan Tol Solo-Jogja yang melintasi wilayah Klaten.

Dalam kesempatan tersebut Staf Ahli Menkopolhukam Bidang Ketahanan Nasional Marsekal Muda TNI Achmad Sajili memberikan pengarahan kepada jajaran Pemkab Klaten yang dihadiri para camat yang wilayahnya dilintasi jalan bebas hambatan. Terutama untuk melakukan identifikasi awal terkait permasalahan yang mungkin timbul dari proyek nasional tersebut.

“Terutama bagi camat-camat saya minta untuk melakukan identifikasi awal terkait permasalahan yang mungkin timbul. Untuk segera dilaporkan ke pihak terkait sehingga bisa dilakukan penanganan sejak dini,” ucapnya.

Baca juga: Ujian Sekolah SD di Ampel dan Gladagsari Gunakan Sistem No Paper Test

Dalam arahannya, dia meminta seluruh pihak untuk mendukung pelaksanaan dalam pembangunan Jalan Tol Solo-Jogja di wilayah Klaten dengan panjang 35,6 km. Harapannya proyek nasional tersebut berjalan lancar sesuai waktu yang ditentukan.

Untuk diketahui, terdapat 424 bidang yang sudah mendapatkan uang ganti kerugian (UGK) Jalan Tol Solo-Jogja. Tersebar di enam desa yakni Desa Sidomulyo dan Mendak di Kecamatan Delanggu, serta Desa Sidoharjo, Polan, Kahuman, dan Kapungan di Kecamatan Polanharjo.

Ada pun nilai UGK untuk 424 bidang tersebut sebesar Rp 376,67 miliar. Sedangkan yang belum mendapatkan persetujuan UGK dari Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) terdapat 307 bidang dengan nilai UGK sekitar Rp 247,20 miliar. (ren/nik/dam)

(rs/ren/fer/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news