alexametrics
Rabu, 12 May 2021
radarsolo
Home > Wonogiri
icon featured
Wonogiri

Diduga Depresi, Ibu Rumah Tangga di Dusun Tunggur Nyemplung Sumur

04 Mei 2021, 12: 59: 32 WIB | editor : Fery Ardy Susanto

GOTONG ROYONG: Proses evakuasi korban bunuh diri di Dusun Tunggur RT 01 RW 04 Desa Sendangrejo Kecamatan Baturetno pada Selasa (4/5) pagi.

GOTONG ROYONG: Proses evakuasi korban bunuh diri di Dusun Tunggur RT 01 RW 04 Desa Sendangrejo Kecamatan Baturetno pada Selasa (4/5) pagi. (ISTIMEWA)

Share this      

WONOGIRI - Diduga mengalami depresi, SR, 41, seorang ibu rumah tangga yang tinggal di Dusun Tunggur, RT 01 RW 04, Desa Sendangrejo, Kecamatan Baturetno nekat menceburkan diri ke dalam sumur sedalam 8 meter. Akibat kejadian tersebut, SR meninggal dunia di dalam sumur yang terletak di belakang rumah korban.

Camat Baturetno Eko Nur Haryanto saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Solo, membenarkan hal tersebut. Kejadian tragis itu terjadi pada Selasa (4/5/2021) pagi. "Ada laporan masuk seperti itu. Kejadiannya sekitar pukul 04.30," kata dia.

Eko menjelaskan, kejadian itu bermula saat suami korban S, 43, mendengar anak bayinya menangis. Lalu sang anak pun digendong ayahnya untuk mencari ibunya. "Suami korban awalnya mencari ke kamar mandi, soalnya saat itu pintu dapur dalam keadaan terbuka. Tapi tidak ketemu," jelas Eko.

Baca juga: Camat di Wilayah Klaten Diminta Aktif Pantau Permasalahan Proyek Tol

Gagal menemukan korban, S pun melaporkan kepada ayah korban. Sejumlah warga pun akhirnya diajak untuk mencari keberadaan korban. 

Saat pencarian dilakukan di sekitar sumur yang berada di belakang rumah, ditemukan sandal milik korban. Ayah korban pun bergegas melihat ke dalam sumur dengan menggunakan lampu senter, tapi korban saat itu tidak terlihat.

Warga yang curiga pun berinisiatif memasukkan galah bambu untuk mengecek sumur. Dan kemudian ada benda yang tersangkut di bambu tersebut. "Setelah dilihat lagi, benda yang tersangkut di bambu tersebut ternyata tubuh korban yang diketahui sudah meninggal didalam sumur," kata Eko.

Warga pun langsung melaporkannya kepada kepolisian setempat. Polisi bersama dengan Tim SAR Baturetno langsung mengevakuasi jenazah korban dari dalam sumur. Diduga, korban nekat mengakhiri hidupnya karena mengalami depresi sejak beberapa tahun belakangan.

"Setelah berhasil diangkat, tim dari Puskesmas Baturetno II langsung melakukan pemeriksaan. Dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan. Keluarga pun juga sudah menerima kejadian tersebut," pungkas Camat. (al/dam)

(rs/bram/fer/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news