alexametrics
Rabu, 12 May 2021
radarsolo
Home > Wonogiri
icon featured
Wonogiri

Revitalisasi Museum Karst, Tata Ulang Desain Interior

04 Mei 2021, 13: 22: 44 WIB | editor : Fery Ardy Susanto

DIROMBAK: Pengunjung berwisata sekaligus menambah pengetahuan di Museum Karst Indonesia belum lama ini. 

DIROMBAK: Pengunjung berwisata sekaligus menambah pengetahuan di Museum Karst Indonesia belum lama ini.  (ISTIMEWA)

Share this      

WONOGIRI - Wajah Museum Karst di Desa Gebangharjo, Kecamatan Pracimantoro bakal lebih cantik. Perbaikan tempat wisata edukasi tersebut ditargetkan rampung tahun ini.

Koordinator Museum Karst Indonesia Dwi Eko Rukmini menuturkan, progres proyek revitalisasi Museum Karst yang digarap mulai tahun lalu mencapai 90 Persen.

"Untuk pengerjaan pembangunan bagian depan Museum Karst sudah selesai. Saat ini tinggal dilakukan perbaikan eternit di lantai dua," terangnya, Senin (3/5).

Baca juga: Tiga Pusat Perbelanjaan di Klaten Kena Semprot

Bersamaan dengan revitalitasi, dilakukan penataan ulang desain interior Museum Kars. Di antaranaa, replika gua di lantai satu akan dihilangkan. Diganti gambar Pantai Sembukan, Paranggupito. Gambar itu dipajang di sekitar pintu masuk Museum Karst.

Perubahan lain yakni seluruh monitor LCD dan proyektor yang terpasang di lantai satu akan diganti. Sebab, seluruh tempat itu terendam banjir pada November 2017 lalu. “Akan ada 18 unit monitor baru yang dipasang di Museum Karst,’ ucapnya.

Untuk proyektor dan monitor LCD di lantai dua tidak akan diganti. Sebab, kondisinya dinilai layak atau cukup bagus karena tidak terdampak banjir, sedangkan koleksi bebatuan tidak diubah.

Setelah revitalisasi Museum Karst rampung, pengelolaan museum diserahkan dari Badan Geologi kepada Pemkab Wonogiri. Sudah ada kesepakatan bersama bahwa pengelolaan Museum Karst sudah harus diserahkan tahun ini kepada pemkab. 

Diketahui, Museum Karst Indonesia pernah terdampak bajir pada 20 November 2017. Akibatnya, lantai dasar terendam dengan ketinggian sekitar 2,7 meter. Benda-benda koleksi di tempat itu rusak. 

Dampak lainnya, terjadi penurunan tanah sedalam 20 sentimeter di dekat replika gua lantai satu. Kondisi itu membuat pintu masuk cukup berisiki bagi pengunjung. Sejak saat itu, pintu depan museum ditutup. Para pengunjung masuk melalui pintu belakang.

Pemerintah kemudian menganggarkan Rp 4,7 miliar untuk melakukan perbaikan museum pada 2020. Tangga di depan pintu masuk dikepras sehingga sejajar dengan halaman muka museum. Pembangunan dilanjutkan dengan perbaikan bagian dalam museum yang amblas karena banjir. (al/wa)

(rs/bram/fer/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news