alexametrics
Rabu, 12 May 2021
radarsolo
Home > Sragen
icon featured
Sragen

Pasangan Bupati Sragen Akhiri Masa Jabatan

Banyak Peer yang Belum Terwujud

04 Mei 2021, 13: 42: 38 WIB | editor : Fery Ardy Susanto

KENANG-KENANGAN: Forkompimda Kabupaten Sragen melepas Bupati Yuni dan Wakil Bupati Dedy yang purnatugas, kemarin (3/5). Pelantikan bupati-wakil bupati periode 2021-2024 menunggu jadwal dari kemendagri.

KENANG-KENANGAN: Forkompimda Kabupaten Sragen melepas Bupati Yuni dan Wakil Bupati Dedy yang purnatugas, kemarin (3/5). Pelantikan bupati-wakil bupati periode 2021-2024 menunggu jadwal dari kemendagri. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

Share this      

SRAGEN - Pasangan Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati dan Wakil Bupati Dedy Endriyatno merampungkan masa jabatannya periode 2016-2021, Senin (3/5). Dedy yang tak lagi menjabat pada periode 2021-2024 mengaku masih banyak pekerjaan rumah (peer) rencana pembangunan Sragen yang belum terealisasi.

Dedy menyampaikan, banyak hal belum tercapai selama dia menjabat wakil bupati. Namun di antaranya sudah terwujud di tahun ini. Seperti pembangunan rumah sakit tipe D sebagai pusat pengembangan wilayah di utara Bengawan, khususnya Tangen.

”Rumah sakitnya ada, tapi multiplier effect dari pendirian rumah sakit terkait dampak ekonominya belum,” jelas dia.

Baca juga: Revitalisasi Museum Karst, Tata Ulang Desain Interior

Selain itu pengembangan wilayah kecamatan di sisi barat, seperti Plupuh dan Kalijambe perlu dibuat program yang punya daya ungkit besar pengembangan wilayah. Dalam hal ini menghubungkan antara Solo dengan Sangiran.

”Kawasan Sangiran tidak bisa berkembang secara signifikan karena ketentuan situs purbakala. Dulu kita pikirkan dan tindaklanjuti dengan UNS untuk pembangunan perguruan tinggi di wilayah Plupuh yang menghubungkan Solo dengan Sragen,” jelasnya.

Tetapi rencana itu terhambat akibat aturan dari pemerintah pusat soal perguruan tinggi. Bahkan sebenarnya perencanaan sangat matang. Sudah ada pembicaraan dengan mantan Rektor UNS Ravik Karsidi. Namun belum terwujud.

Selain itu belum terwujud rencana pengembangan ring road utara. Karena ring road selatan terhalang perlintasan kereta api. Sedangkan perkembangan wilayah di ring road utara dibuat dua jalur. Sempat ada rencana pembebasan tanah antara Pungkruk hingga Pilangsari untuk pembangunan dua jalur. Sehingga wilayah kota diarahkan pengembangan ke arah utara yang tidak lebih subur dari wilayah selatan.

”Jadi dengan dua jalur, mobilitas tidak melulu di main road pusat kota. Jadi berkembang ke arah utara,” jelasnya.

Dedy juga sempat terbesit rencana memindahkan lokasi PG Mojo menuju utara Bengawan yang lebih dekat dengan perkebunan tebu. Seperti Tangen dan Jenar, tapi tidak terealisasi. Bahkan pemindahan PG Mojo di-support wakil Presiden saat itu H. Jusuf Kalla. Karena wilayah tersebut sudah tidak mendukung untuk pengembangan kota. Sayangnya rencana itu tidak terealisasi.

Salah satu rencana besar yakni memindahkan kantor administrasi Kabupaten Sragen ke Kecamatan Tanon. Dengan pertimbangan wilayah paling tengah secara geografis di kabupaten Sragen. Selain itu ada pula rencana pemindahan di Pungkruk.

”Perjalanannya cukup panjang. Membuat kantor terpadu yang baru sehingga di sini (Pemkab,Red) lebih untuk pengembangan kota di sektor ekonomi,” ujarnya.

Sementara Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati yang akan menjabat sebagai bupati pada periode berikutnya menyampaikan belum ada kabar soal kepemimpinan Sragen sebelum pelantikan periode berikutnya.

”Sampai hari ini belum ada kabar, apakah plt atau pj. Kalau plt nanti SK dari gubernur, kalau pj SK dari kemendagri,” imbuhnya. (din/adi)

(rs/din/fer/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news