alexametrics
Rabu, 12 May 2021
radarsolo
Home > Klaten
icon featured
Klaten

Masjid di Wedi, Klaten Ditutup Sementara: Jamaah Positif Covid

04 Mei 2021, 17: 05: 10 WIB | editor : Perdana

Masjid Al Akbar di Desa Kalitengah, Kecamatan Wedi yang ditutup sementara selama tiga hari.

Masjid Al Akbar di Desa Kalitengah, Kecamatan Wedi yang ditutup sementara selama tiga hari. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN - Masjid Al Akbar di Desa Kalitengah, Kecamatan Wedi ditutup sementara selama tiga hari ke depan. Penutupan dilakukan sejak Senin (3/5) sore, usai jamaah masjid setempat yang berinisial S, 64, terkonfirmasi positif Covid-19.

“Masjid ini kita tutup sementara karena ada jamaah yakni S yang positif usai menerima hasil tes oleh rumah sakit. Langkah saya langsung melakukan penutupan sementara selama tiga hari untuk masjid. Tidak dilaksanaan salat berjamaah terlebih dahulu, kecuali untuk mengumandangkan adzan,” jelas takmir Masjid Al Akbar, Sutrisno, Selasa (4/5).

Namun menurut Sutrisno, selama satu pekan terakhir S sebenarnya sudah tidak salat jamaah di masjid tersebut. Itu setelah dia merasakan sejumlah gejala dan memeriksakan diri serta dilakukan tes. Hingga akhirnya keluar hasil positif. Meski begitu, S sempat menjadi imam masjid setempat saat awal puasa.

Diketahui, S bersama istri dan anaknya memang cukup aktif salat jamaah di masjid tersebut. Ketika diketahui S positif, sang anak sempat menjalani pemeriksaan tes Covid-19 dengan hasilnya negatif. Sementara itu, untuk istri S baru menjalani tes swab pada Selasa (4/5), tetapi belum diketahui kapan hasilnya keluar.

“Untuk aktivitas sehari-hari memang S ini merupakan pedagang di bidang koneveksi pakaian. Sering kali melakukan perjalanan menggunakan mobil keliling ke pasar-pasar di Jogja. Tetapi sampai saat ini belum mengetahui S ini terpapar di mana,” ucap Sutrisno.

Usai terkonfirmasi positif Covid-19, saat ini S masih menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Klaten. Kemudian untuk Masjid Al Akbar selama penutupan dilakukan penyemprotan cairan disinfektan secara rutin setiap harinya. Hal itu bagian dari sterilisasi untuk masjid.

“Untuk tracking baru di anggota keluarga. Untuk jamaah sampai saat ini belum ada yang melaporkan keluhan,” jelasnya.

Sutrisno menambahkan, sebelum dilakukan penutupan sementara, pelaksanaan salat jamaah di masjid tersebut telah menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat. Mulai dari pembatasan jamaah yang beribadah di masjid tersebut, hanya sekitar 90-100 jamaah dengan menerapkan jaga jarak. Bahkan ketika salat Tarawih rata-rata hanya diikuti 60 jamaah.

“Ketika masuk ke masjid juga kita lakukan pengukuran suhu tubuh. Begitu juga kepada setiap jamaah kita semprotkan hand sanitaizer,” ucap Sutrisno.

Sementara itu, Tim Ahli Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Klaten Ronny Roekmito menuturkan, untuk salat jamaah di masjid harus memenuhi ketentuan protokol kesehatan (prokes) yang telah ditetapkan. Yakni pembatasan jamaah 50 persen dari kapasitas, dengan menerapkan jaga jarak.

“Kan memang sudah sesuai dengan SOP, ketika ada yang terkonfirmasi lebih baik dilakukan penutupan sementara terlebih dahulu. Dilakukan sterilisasi, untuk jamaah lainnya bisa salat di rumah masing-masing atau di masjid lingkungan sekitarnya yang tidak ada kasus Covid-19,” pungkasnya. (ren/ria)

Baca juga: Persis Solo Ditantang Sriwijaya FC

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news