alexametrics
Rabu, 12 May 2021
radarsolo
Home > Sukoharjo
icon featured
Sukoharjo

100 Ribu Kendaraan Masuk Sukoharjo, Kepadatan Dekati H-5 Lebaran 2019

04 Mei 2021, 17: 40: 03 WIB | editor : Perdana

Tim gabungan menggelar operasi yustisi di depan terminal lama Kartasura.

Tim gabungan menggelar operasi yustisi di depan terminal lama Kartasura. (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

Share this      

SUKOHARJO - Jumlah kendaraan yang masuk Sukoharjo melalui Kartasura mulai padat sejak H-10 Lebaran atau Senin (3/5). Bahkan, jumlah kendaraan sudah meningkat 10 persen dari lalu lintas normal.

Kasi Manajemen Rekayasa Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sukoharjo Eko Agus Nur Prasetyo menyebutkan, hasil penghitungan arus lalu lintas H-10 Lebaran, Senin (3/5), di Tugu Kartasura mengalami peningkatan yang cukup signkfikan.

Jumlah kendaraan yang masuk dari arah Semarang ke Sukoharjo sebanyak 44.857 kendaraan. Naik sekitar 10,73 persen dari lalu lintas normal dan meningakt 6,09 persen dari lalu lintas hari sebelumnya.

"Lalu lintas terpadat berlangsung pukul 16.30 hingga pukul 17.30," kata Eko, Selasa (4/5).

Sementara itu, jumlah kendaraan yang masuk dari arah Solo ke Sukoharjo sejumlah 43.194 kendaraan. Jumlah ini naik 3,98 persen dari lalu lintas normal.
Serta meningkat 8,72 persen dari lalu lintas hari sebelumnya.

"Dari dua titik hitung, kendaraan roda dua mendominasi kepadatan lalu lintas sebesar 60-65 persen," papar dia.

Jumlah dari kedua titik hitung itu nyaris mendekati kepadatan lalu lintas pada H-5 Lebaran 2019 lalu, dimana belum ada pandemi Covid-19 dan aturan larangan mudik. Informasi yang dihimpun dari dishub, lalu lintas pada Jumat, 31 Mei 2019 atau H-5 Lebaran sebanyak 55.415 kendaraan terpantau masuk di Kartasura. Dari jumlah itu, 72 persen merupakan kendaraan roda dua.

Di sisi lain, Kapolres Sukoharjo AKBP Bambang Yugo Pamungkas melalui Kepala Bagian Operasi Kompol Agus Pamungkas mengatakan, pihaknya mulai melakukan operasi yustisi pada Minggu (2/5). Operasi yustisi dilakukan oleh tim gabungan dari TNI, Polri, satpol PP, dan dinkes.

"Sasaran operasi kendaraan yang menggunakan pelat nomor luar kota. Dalam operasi melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan yang dari luar kota atau yang diduga pemudik. Yang tidak bisa menunjukan dokumen atau rapid test, kita swab antigen," kata Agus.

Menurut dia, operasi yustisi itu dilakukan secara berkala dan masif untuk menjaring warga yang nekat mudik. "Jangan mudik dulu, sayangi keluarga di rumah," pungkas dia. (kwl/ria)

Baca juga: DPC KAI Solo Raya Bagi Sembako dan Konsultasi Hukum Gratis 

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news