alexametrics
Rabu, 12 May 2021
radarsolo
Home > Sukoharjo
icon featured
Sukoharjo

Buruh Garmen Unjuk Rasa, Tuntut Pencairan THR Lebaran 2020 & 2021

04 Mei 2021, 19: 47: 37 WIB | editor : Perdana

Anggota Polres dan Kodim 0726 Sukoharjo berupaya mencegah munculnya kerumunan pada demonstrasi, Selasa (4/5).

Anggota Polres dan Kodim 0726 Sukoharjo berupaya mencegah munculnya kerumunan pada demonstrasi, Selasa (4/5). (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

Share this      

SUKOHARJO – Buruh pabrik garmen di Jalan Baki-Gatak menggelar unjuk rasa menuntut pembayaran tunjangan hari raya (THR) segera dicairkan secara penuh, Selasa (4/5). Mereka khawatir kejadian pahit pada Lebaran 2020 terulang, yakni THR yang tak cair.

Usai mediasi dengan manajemen, M. Budiyanto yang mewakili para buruh menuturkan, demonstrasi tersebut dipicu keresahan sekitar 150 buruh perusahaan setempat karena pencairan THR 2021 belum ada kepastian. Apalagi, pada THR 2020 juga belum dibayarkan.

"(THR) Lebaran 2020 dijanjikan dibayar Desember 2020, tapi nihil. Jadi jika tahun ini juga tidak dibayar, maka para buruh ini terancam dua kali gagal mendapat THR," terang Budiyanto. 

Baca juga: Penjualan Yamaha Nmax dan GEAR 125 Melesat

Sementara itu, hasil mediasi, pihak manajemen menyanggupi membayar THR 2021 dengan cara dicicil dua kali. Sementara untuk THR 2020 yang belum dibayarkan segera dibicarakan lebih lanjut.

"Pencairan THR tahun ini dicicil mulai minggu ini sama minggu depan sesuai UMK (upah minimum kabupaten). Kemudian untuk THR 2020 yang belum dibayarkan, nanti dikoordinasikan. Melihat kondisi (keuangan) perusahaan," ungkap dia. 

Pantauan Jawa Pos Radar Solo, ratusan aparat gabungan Polres Sukoharjo dan Kodim 0726 Sukoharjo dikerahkan untuk mencegah kerumunan di depan pabrik garmen Jalan Ovensari, Menuran, Baki.

Kapolres Sukoharjo AKBP Bambang Yugo Pamungkas melalui Kabag Ops Polres Sukoharjo Kompol Agus Pamungkas yang memimpin pengamanan meminta buruh tidak berkerumun di depan pabrik saat menyampaikan tuntutan. Usai mediasi, mereka diminta segera meninggalkan lokasi.

“Kami hanya mengamankan agar penyampaian tuntutan masalah THR tidak sampai terjadi kerumunan. Hanya perwakilan saja. Tadi telah disepakati, THR diberikan secara bertahap selama dua kali. Pertama akan dibayar minggu depan, sisanya menyusul minggu berikutnya,” beber Agus. (kwl/wa/ria)

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news