alexametrics
Rabu, 12 May 2021
radarsolo
Home > Karanganyar
icon featured
Karanganyar

Abaikan Prokes, 3 Tempat Usaha di Karanganyar Dapat Teguran Keras

04 Mei 2021, 21: 36: 47 WIB | editor : Perdana

Satpol PP ingatkan jaga jarak di salah satu mal di Karanganyar, Selasa (4/5).

Satpol PP ingatkan jaga jarak di salah satu mal di Karanganyar, Selasa (4/5). (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)

Share this      

KARANGANYAR – Tim Satgas Pencegahan Covid-19 Kabupaten Karanganyar menemukan kerumunan warga di toko busana, mal, dan rumah makan saat inspeksi mendadak (sidak) protokol kesehatan (prokes) jelang Lebaran, Selasa (4/5). Pengelola tiga tempat usaha tersebut mendapat teguran keras.

Sidak melibatkan satpol PP, dinas kesehatan (Dinkes), BPBD, disdagnakerkop UKM, dan dishub. Tim menemukan pelanggaran prokes seperti kerumunan, tidak ada jarak antarkursi pengunjung, serta tukang parkir tak bermasker secara benar.

Kasi Tribumtranmas Satpol PP Karanganyar Sugimin menyampaikan, sejumlah lokasi pusat perbelanjaan dan rumah makan masih mengabaikan prokes. Tim meminta supaya pengelola mengurangi kapasitas tempat duduk. Misalnya dari semula empat kursi menjadi tiga kursi dan berjarak.

Baca juga: Buruh Garmen Unjuk Rasa, Tuntut Pencairan THR Lebaran 2020 & 2021

”Kalau memang besok masih melanggar, akan kami panggil ke kantor satpol PP,” jelas Sugimin usai sidak.

Pihaknya juga meminta supaya di toko busana ada petugas yang mengontrol aktivitas pengunjung. Sehingga kapasitas pengunjung di dalam toko dapat dikontrol, begitu juga sarana berupa hand sanitizer harus selalu ada.

”Edukasi ini akan kami lakukan terus selama 20 hari ke depan,” ucpanya.

Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Karanganyar Nuk Suwarni menambahkan, sebenarnya secara umum kerumunan masih dapat terkendali. Sebab, jumlah pengunjung di tiga lokasi itu tidak begitu penuh.

”Hanya saja, jaga jaraknya yang kurang. Karena tidak ada yang mengatur dan memantau,” imbuhnya.

Selain meminta ada petugas pemantau, dia berharap akses keluar masuk pengunjung dipisah. Sehingga tidak terjadi kerumunan di satu pintu.

”Pemilik toko dan warung memang harus bisa mengatur dan mengendalikan,” jelasnya.

Nuk Suwarni menambahkan, semua orang menginginkan aktivitas ekonomi tetap berjalan. Hanya saja, dia menekankan prokes harus selalu diperhatikan.

”Risiko lebih besar apabila tidak jaga jarak. Sebenarnya asal pakai masker, kalau toko risikonya kecil. Tempat cuci tangan sudah tersedia,” tegas dia.

Menurutnya,  komunikasi antarpengunjung di dalam pusat perbelanjaan mungkin minim. Namun, beda halnya di tempat makan. Apabila sudah selesai makan, diharapkan pengunjung tetap mengenakan masker ketika menjalani komunikasi. (rud/adi/ria)

(rs/rud/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news