alexametrics
Minggu, 13 Jun 2021
radarsolo
Home > Klaten
icon featured
Klaten

Belasan Armada Bus di Kandangkan di Terminal Ir Soekarno Klaten

07 Mei 2021, 09: 35: 54 WIB | editor : Fery Ardy Susanto

DIKANDANGKAN: Sejumlah armada bus di parkirkan di Terminal Tirtonadi Solo. Situasi sama juga terjadi di Terminal Ir Soekarno Klaten.

DIKANDANGKAN: Sejumlah armada bus di parkirkan di Terminal Tirtonadi Solo. Situasi sama juga terjadi di Terminal Ir Soekarno Klaten. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN - Sejumlah armada bus yang biasanya lalu lalang Terminal Ir Soekarno Klaten mulai dikandang. Bahkan suasana di terminal tipe A tersebut terlihat sangat sepi di hari pertama peniadaan mudik pada Kamis (6/5) siang. Penumpang yang naik dan turun di bus jarang terlihat. 

Kepala Terminal Ir Soekarno Klaten Marjono menjelaskan, pada hari pertama peniadaan mudik mulai terlihat sejumlah armada bus yang mulai dikandangkan di terminal tersebut. Hingga Kamis (6/5) siang total sudah terdapat 14 bus yang dipakirkan di terminal tersebut.

"Untuk armada bus memang sudah mulai ada yang dipakirkan di terminal. Nantinya mereka memarkirkan bus ini selama peniadaan mudik. Di samping di parkirkan, juga sedang dilakukan pembenahan oleh pihak masing-masing mekanik bus," jelas Marjono.

Baca juga: Terminal Ir Soekarno Klaten Sepi

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Solo, belasan armada bus yang dipakirkan ke terminal itu karena tempat parkir di terminal di Jogja sudah penuh. Hal itu yang membuat sejumlah armada bus memilih memarkirkan di Terminal Ir Soekarno Klaten.

Sementara itu, Pengelola Teknologi Informasi Terminal Ir Soekarno Klaten Saryana mengatakan untuk bus Solo-Jogja masih melayani penumpang lokal. Untuk armada bus ini jumlahnya tidak banyak, dan juga terlihat sepi. "Meski begitu kami tetap siapkan posko sebagai bagian dari pengendalian transportasi," jelasnya.

Saryana menjelaskan, jika bus yang masih operasi di samping memiliki stiker yang dikeluarkan Kemenhub juga mengantongi izin khusus. Terutama untuk mengangkut penumpang yang dikecualikan dalam rangkaian keperluan dinas dan kunjungan orang sakit. Termasuk keperluan takziah ketika ada keluarganya yang meninggal dunia. (ren/nik/dam)

(rs/ren/fer/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news