alexametrics
Minggu, 13 Jun 2021
radarsolo
Home > Klaten
icon featured
Klaten

Penyekatan Perbatasan Jateng-DIJ, Petugas Waspadai Modus-Modus Pemudik

07 Mei 2021, 20: 02: 56 WIB | editor : Perdana

Penyekatan di perbatasan Jateng-DIJ, Kecamatan Prambanan yang dilaksanakan tim gabungan.

Penyekatan di perbatasan Jateng-DIJ, Kecamatan Prambanan yang dilaksanakan tim gabungan. (DOKUMENTASI POLRES KLATEN)

Share this      

KLATEN – Penyekatan di wilayah perbatasan Jawa Tengah (Jateng)-Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) mulai diperketat. Petugas semakin mewaspadai modus pemudik dalam mengelabuhi petugas gabungan. Seperti pada Jumat (7/5) pagi, kembali dilaksanakan penyekatan di Pospam Prambanan, Klaten.

“Selama dua hari pelaksanaan penyekatan, petugas gabungan telah memeriksa 211 kendaraan berbagai jenis. Sampai pukul 12.00 pada Jumat (7/5) ini, terdapat 12 kendaraan yang sudah kami putar balik. Terdiri dari tiga bus dan lainnya kendaraan pribadi,” jelas Kasubbag Humas Polres Klaten Iptu Nahrowi.

Penyekatan yang dilakukan di hari kedua pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2021 lebih fokus terhadap berbagai modus pemudik dalam mengelabuhi petugas. Terutama yang melintasi jalan alternatif atau jalur tikus yang menghubungkan Jateng-DIJ.

Baca juga: Jumlah Pemudik di Wonogiri Paling Banyak: Diminta Kuatkan Pos PPKM

“Kami terus intensifkan penyekatan oleh petugas gabungan di tiga titik pospam. Ditambah patroli mobil oleh jajaran polsek dan koramil di jalur-jalur alternatif. Ini kami lakukan untuk mengantisipasi para pemudik yang mencoba mengelabuhi petugas dengan memanfaatkan jalur yang tidak ada pos penyekatan,” ucap Nahrowi.

Seperti diketahui, pospam yang didirikan Polres Klaten berada di Prambanan, Jatinom, dan Delanggu. Penyekatan dilakukan di tiga pos tersebut dengan waktu yang berubah-ubah, sehingga tidak mudah terdeteksi para pemudik yang melintasi Kota Bersinar. Sedangkan posyan sendiri berada di Alun-Alun Klaten.

“Selain itu, kami juga memaksimalkan patroli polsek bersama koramil untuk melakukan hal serupa. Semua jalur kami perketat selama peniadaan mudik,” tambahnya.

Nahrowi pun berpesan kepada masyarakat untuk menaati aturan pemerintah terkait larangan mudik. Masyarakat diimbau untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri di rumah masing-masing. Terlebih lagi silaturahmi dengan anggota keluarga masih bisa dilakukan secara daring dengan memanfaatkan teknologi informasi yang ada.

“Aturan pemerintah ini tentunya bertujuan baik. Jangan sampai ada peningkatan penyebaran Covid-19 saat merayakan Idul Fitri. Untuk itu, mari kita taati bersama. Silakan merayakan Idul Fitri, tapi tidak perlu mudik. Hubungi keluarga lewat video call atau fitur-fitur komunikasi digital,” ucapnya.

Bupati Klaten Sri Mulyani menjelaskan, dari sekitar 450-an pemudik yang tiba di Klaten, belum ada laporan terkait pemudik yang terkonfirmasi positif Covid-19. Meski begitu, seluruh pemudik yang telah tiba itu diminta untuk melakukan karantina mandiri.

“Saya sendiri belum mendapatkan laporan dari satuan tugas (satgas). Meskipun demikian, harus tetap karantina. Saya mengandalkan jogo tonggo,” ucap Mulyani.

Menurut dia, peniadaan mudik dengan memberlakukan penyekatan hingga perintah putar balik bukan hal untuk menakuti-nakuti masyarakat. Melainkan ada maksud dan tujuan, yakni mencegah peyebaran Covid-19 yang masif.

“Secara berjenjang dari pusat hingga daerah betul-betul melakukan pengendalian (pemudik). Saya harap tidak akan ada gelombang tsunami Covid-19,” pungkasnya. (ren/nik/ria)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news