alexametrics
Minggu, 13 Jun 2021
radarsolo
Home > Ekonomi & Bisnis
icon featured
Ekonomi & Bisnis

Jelang Lebaran, Okupansi Hotel di Solo Hanya di Bawah 10 Persen

07 Mei 2021, 21: 26: 07 WIB | editor : Perdana

Pejabat Humas Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia Solo Sistho A. Srestho,

Pejabat Humas Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia Solo Sistho A. Srestho, (RADAR SOLO PHOTO)

Share this      

RADARSOLO.COM - Okupansi atau tingkat hunian hotel di Kota Solo jelang Lebaran hanya di bawah 10 persen. Ini menyusul kebijakan peniadaan mudik untuk meminimalkan penyebaran Covid-19.

"Hampir tidak terlihat adanya kenaikan sama sekali, masih di bawah 10 persen," kata Pejabat Humas Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Solo Sistho A. Srestho, Jumat (7/5).

Bahkan, rendahnya okupansi hotel tersebut terjadi sejak satu pekan lalu. Menurut dia, kondisi kali ini hampir sama jika dibandingkan dengan periode sama tahun lalu.

Baca juga: PSSI Panggil Arthur Irawan: Jadi Pemain Baru Ke-6 yang Ikuti TC Timnas

Sejauh ini, masyarakat masih menunggu kebijakan selanjutnya terkait mudik. Oleh karena itu, kondisi saat ini belum berdampak positif bagi okupansi hotel.

“Tapi kami berharap agar pemerintah bisa menyeimbangkan kebijakan dalam hal mengakomodasi kesehatan dan pemulihan ekonomi di masa pandemi Covid-19,” papar Sistho.

Sebelumnya, untuk membantu pemulihan ekonomi di Kota Solo, Pemkot Surakarta mengeluarkan kebijakan terkait karantina mandiri yang bisa dijalani oleh pemudik dengan menginap di hotel. Hotel bisa menjadi pilihan lain jika masyarakat enggan melakukan karantina mandiri di Solo Technopark (STP). Tentu atas biaya sendiri.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Surakarta Ahyani mengatakan, pemkot telah menunjuk satu hotel yang bersedia menerapkan protokol kesehatan untuk karantina mandiri pemudik. Operasional hotel tersebut juga akan diawasi secara intensif oleh pihak satgas.

"Tujuannya agar selama pemudik melakukan karantina, mereka tidak dikunjungi oleh kerabat. Sejauh ini satu dulu, antara Ibis atau Novotel karena dulu pernah mengajukan bahwa mereka bersedia (sebagai tempat karantina)," katanya.

Bagaimana jika ternyata kapasitas satu hotel tersebut penuh? Ahyani mengatakan, nantinya pemkot akan melakukan koordinasi dengan PHRI. (Antara) 

(rs/ria/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news