alexametrics
Minggu, 13 Jun 2021
radarsolo
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

Ingin Ikuti Simulasi PTM, Sekolah Muhammadiyah Ajukan ke PDM Dulu

08 Mei 2021, 05: 00: 59 WIB | editor : Perdana

Uji coba pembelajaran tatap muka di SD Muhammadiyah 1 Ketelan belum lama ini.

Uji coba pembelajaran tatap muka di SD Muhammadiyah 1 Ketelan belum lama ini. (M. IHSAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah memberikan keleluasaan dalam persiapan pembelajaran tatap muka (PTM) sekolah Muhammadiyah. Namun, harus mengikuti kebijakan pemerintah daerah setempat dan menyesuaikan kondisi terkini.

Ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surakarta Tridjono mengatakan, sekolah Muhammadiyah diminta mengajukan simulasi PTM ke PDM Surakarta sebelum ke Dinas Pendidikan (Disdik) Surakarta.

Sebab, PDM melalui Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) akan melakukan visitasi ke sekolah. “Karena yang mengetahui kondisi sekolah adalah mereka sendiri. Jika mengajukan permohonan pembelajaran tatap muka (PTM), akan kami cek dulu," terangnya.

Baca juga: Ratusan Kendaraan Dicegat di Pos Selogiri: 34 Orang Di-Rapid Antigen

Pelibatan MCCC sebagai underbow PDM Surakarta guna memastikan kelengkapan sarana prasarana (sarpras) protokol kesehatan. Termasuk pemberian tanda dan pengaturan alur PTM. Baru kemudian mengajukan permohonan PTM ke disdik.

“Kami tidak ingin, sudah laporan ke sana (disdik), tapi ternyata persiapannya kurang bagus. Kami juga minta ada surat keterangan hasil supervisi yang menjelaskan bahwa sudah layak menggelar PTM. Sekaligus meyakinkan orang tua sekolah bisa dan siap," tegasnya.

Selain itu, PDM Surakarta akan menggelar evaluasi simulasi PTM dengan mengundang orang tua untuk mendapatkan masukan. "Akhir bulan ini akan kami undang sekolah-sekolah Muhammadiyah untuk melaporkan hasil evaluasinya (PTM). Kalau hasilnya bagus, bisa diajukan perluasan (menambah jumlah sekolah). Sekolah lain bisa melihat alur prokesnya seperti di SD Muhammadiyah 1 Ketelan yang sudah menggelar simulasi PTM," beber Tridjono.

Ditambahkannya, PP Muhammadiyah mendorong pelaksanaan PTM Juli mendatang. Dengan syarat sesuai standard operational procedure (SOP) prokes yang dipersyaratkan. Tercatat sebesar 30 persen dari 44 SD dan SMP Muhammadiyah yang mengajukan simulasi PTM.

Sekretaris MCCC Surakarta Teguh Wahyudi menambahkan, supervisi dilakukan untuk memastikan kesiapan sekolah Muhammadiyah yang mengajukan PTM. Antara lain sarana prasarana, SOP, termasuk alur prokes kepada siswa, guru maupun karyawan, dan sebagainya.

“Kami memastikan sekolah benar-benar siap dan menciptakan rasa aman, nyaman serta meminimalkan terjadinya penularan Covid-19 di lingkungan sekolah,” terangnya. (rgl/wa/ria)

(rs/rgl/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news