alexametrics
Minggu, 13 Jun 2021
radarsolo
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

Juli Mulai PTM, Disdik Surakarta Usulkan Sistem Sif

09 Mei 2021, 19: 32: 27 WIB | editor : Fery Ardy Susanto

DISIAPKAN: Simulasi PTM SMP bakal terus di evaluasi. Saat ini Disdik Surakarta tengah menyiapkan sistem sif dalam PTM yang dimulai Juli nanti.

DISIAPKAN: Simulasi PTM SMP bakal terus di evaluasi. Saat ini Disdik Surakarta tengah menyiapkan sistem sif dalam PTM yang dimulai Juli nanti. (M. IHSAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO - Dinas Pendidikan (Disdik) Surakarta menyiapkan sejumlah opsi untuk pembelajaran tatap muka (PTM) Juli nanti. Salah satunya sistem sif untuk mengatasi keterbatasan ruang kelas. Namun, wacana tersebut masih akan dibahas dengan mempertimbangkan kemampuan sekolah dan guru. 

Sekretaris Disdik Surakarta Dwi Ariyatno mengatakan, sejauh ini pelaksanaan PTM masih akan menerapkan sistem blended learning, dengan pembelajaran luring dan daring. Sehingga sebagian siswa belajar di sekolah dan sebagian di rumah.

Khusus PTM Juli mendatang, Dwi memperhitungkan kapasitas ruangan. Karena satu rombongan belajar dibagi menjadi dua kelas sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) kapasitas ruangan. 

Baca juga: Eks Narapidana Terorisme Bagi Takjil

Wacana tersebut guna memfasilitasi semua siswa belajar di sekolah. Meski jam belajar tidak selama dalam kondisi normal, namun, siswa bisa mengikuti PTM dengan bimbingan guru. Di sisi lain disdik menyerahkan kepada sekolah. Terutama soal kesanggupan guru dan mengajar sistem sif. Sekolah juga tetap bisa menerapkan sistem blended learning

“Kami juga memperhitungkan kemampuannya guru, sanggup atau tidak. Karena ngajarnya jadi dobel, dua kali. Di sisi lain, kalau anak dimasukan semua kan tidak mungkin. Makanya harus PTM dan PJJ. Lalu ada opsi sif ini," katanya, Minggu (9/5).  

Dwi mengatakan hal tersebut menjadi opsi untuk mengejar ketertinggalan belajar anak. Selama dua semester mulai semester depan. Hal tersebut masih akan dibahas lebih lanjut, dengan mempertimbangkan kemampuan guru dan sekolah. 

“Kita gak tau jeda gapnya terlalu jauh. Karena kalau sudah masuk kelas 3, 2, dan 1 SD ini tergantung anaknya. Nanti sekolah bisa menyiapkan formula karena kemungkinan pertumbuhan anak sering melakukan interaksi fisik saat bermain. Maka setidaknya mereka mematuhi intruksi guru itu sudah cukup. Karena pola baru ini harus praktik," terangnya. 

Kepala SDN Cemara 2 Surakarta Eni Idayati mengatakan ada kekhawatiran saat menerapkab opsi sistem sif. Sebab, jumlah siswa di SDN Cemara 2 ada 600 anak. Dikhawatirkan terjadi crowded (keramaian) saat antar jemput anak. Pihaknya masih akan menyesuaikan dengan kemampuan sekolah dan tim. 

“Tentu berbeda dengan sekolah lain yang jumlah siswanya lebih sedikit. Makanya kami masih akan mengkaji lagi,” terangnya. 

Di sisi lain, SDN Cemara 2 ditunjuk menjadi salah satu peserta simulasi PTM SD tahap pertama yang hanya diikuti siswa kelas V. Sekolah juga memberikan dispensasi bagi siswa yang seragamnya sudah tidak muat untuk memakai seragam lain.

“Fase pertama ini tidak untuk capaian akademik, tapi motivasi belajar dan perilaku pembiasaan prokes anak dulu. Selanjutnya baru akan diberikan porsi pembalajaran bertahap. Untuk simulasi PTM ini ada 115 dari 120 siswa yang mengikuti. Sedangkan lima lainnya belum mendapatkan izin orang tua," terangnya. 

Sekolah juga mendata perizinan orang tua dan kesanggupan mengantar jemput. Karena selain perihal keamanan, antar jemput anak juga merupakan bentuk dukungan orang tua. Selanjutnya, setelah fase pertama berjalan baik, sekolah akan memasukan siswa kelas IV pasca lebaran.

Terpisah, Kepala SMPN 20 Surakarta Liliek Sri Wahyuti mengaku tidak masalah dengan sistem sif pada PTM Juli mendatang. Agar siswa tetap terfasilitasi balajar dengan pendampingan guru. Siswa akan digembeleng untuk pembiasaan perilaku baru yang taat protokol kesehatan (prokes), pembatasan perilaku, bangun pagi maupun mengenakan seragam. Dan siswa wajib mengenakan masker dan faceshield.

“Kami masih menempati sekolah sementara, bekas SMPN 15. Sedangkan sekolah yang di Widuran kami gunakan sebagai gudang karena lebih besar,” ujarnya.

Soal PTM, Liliek mengatakan, dua minggu simulasi PTM kelas VIII. Lalu pascalebaran, baru memasukan kelas VII. Sedangkan kelas VIII PJJ. Karena ruangannya belum memenuhi. “Tapi kalau nanti Juli memang harus PTM, kami buat sif, pagi dan siang,"terangnya. (rgl/bun)

(rs/rgl/fer/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news