alexametrics
Minggu, 13 Jun 2021
radarsolo
Home > Sragen
icon featured
Sragen

Vaksinasi Lansia di Sragen Baru Capai 20 Persen

10 Mei 2021, 11: 53: 03 WIB | editor : Fery Ardy Susanto

TAHAN SAKIT: Salah seorang lansia divaksin di kantor Unit Pelayanan Terpadu Penanggulangan Kemiskinan (UPTPK) Sragen.

TAHAN SAKIT: Salah seorang lansia divaksin di kantor Unit Pelayanan Terpadu Penanggulangan Kemiskinan (UPTPK) Sragen. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

Share this      

SRAGEN – Pemerintah Kabupaten Sragen terus melakukan upaya vaksinasi. Terutama kelompok lanjut usia (lansia) yang berusia di atas 60 tahun. Meski gencar dilakukan, namun hingga akhir Ramadan ini jumlah lansia yang mengikuti vaksin baru mencapai 20 persen dari total jumlah lansia di Bumi Sukowati.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sragen Hargiyanto menyampaikan, dari sekitar 90 ribu lansia, baru terealisasi 20 ribu. Sebenarnya tidak ada persoalan vaksinasi untuk lansia. Namun memang butuh waktu. Mengingat jumlah tenaga kesehatan dan waktu terbatas. Selain itu pasokan vaksin juga tergantung pengiriman.

”Ada beberapa pasien klaster baru termasuk lansia. Namun para lansia tersebut belum tentu sudah divaksin. Seperti klaster masjid di Sambirejo ada tiga lansia, belum pasti divaksin,” jelasnya.

Baca juga: Kembangkan Potensi, Pemain Persis Berpeluang Bermain di Oxford United

Ketua Komisi IV DPRD Sragen Sugiyamto menyampaikan, sebenarnya banyak lansia yang enggan mengikuti vaksinasi. Karena banyak faktor yang menjadikan alasan. Sehingga dinkes perlu mencari solusi permasalahan tersebut.

”Kami banyak masukan soal vaksinasi lansia. Banyak dari mereka yang enggan. Apalagi harus ke puskesmas dan sebagainya. Maka harus ada upaya persuasif mengajak lansia,” imbuhnya.

Dia juga mengingatkan vaksinasi tenaga pendidik. Karena bulan depan sudah mulai aktif sekolah. ”Saya mendesak agar guru atau tenaga pengajar lebih diprioritaskan. Termasuk untuk sekolah SMA, agar bisa benar siap untuk tatap muka,” ujarnya.

Masalah pendidikan, lanjut dia, jangan sampai dilupakan.  Karena sudah lebih dari setahun dunia pendidikan terkendala akibat pandemi ini. (din/adi/dam)

(rs/din/fer/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news