alexametrics
Minggu, 13 Jun 2021
radarsolo
Home > Klaten
icon featured
Klaten

Tanpa Penyekatan, Wisatawan Luar Kota Boleh Plesiran di Klaten

10 Mei 2021, 21: 23: 54 WIB | editor : Fery Ardy Susanto

Wisatawan nikmati kesegaran air di Destinasi wisata Umbul Brondong, Desa Ngrundul, Kecamatan Kebonarum, Minggu (9/5).

Wisatawan nikmati kesegaran air di Destinasi wisata Umbul Brondong, Desa Ngrundul, Kecamatan Kebonarum, Minggu (9/5). (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN - Selama libur Lebaran, objek wisata di Klaten tetap beroperasi. Menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat pencegahan penyebaran Covid-19. Termasuk pembatasan jumlah pengunjung, maksimal 30 persen dari kapasitas. Bahkan, Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Klaten pastikan libur Lebaran ini tanpa penyekatan bagi wisatawan dari luar daerah.

“Secara payung hukum dan instruksi dari Mendagri memang tidak ada. Dari gubernur juga tidak ada. Kami minta petunjuk dari Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Klaten, intinya pengunjung objek wisata dibatasi 30 persen dari kapasitas. Boleh buka sampai pukul 15.00,” jelas Kepala Disparbudpora Klaten Sri Nugroho, Senin (10/5).

Dibukanya objek wisata selama libur Lebaran, mengacu Surat Edaran (SE) Bupati Klaten Nomor 443.5/093 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19. Berlaku 4-17 Mei.

Baca juga: Farah Primanita, Menikmati Jadi Duta Rupiah

Dalam SE tersebut, kegiatan pariwisata telah diatur. Baik wisata alam, religi, dan budaya.

“Kami sudah berkoordinasi dengan ketua asosiasi dan tim satgas di masing-masing objek wisata untuk membuat action baru. Misalnya saja, di setiap pintu masuk ada pendataan domisili wisatawan yang datang,” bebernya.

Alangkah baiknya, pengelola objek wisata menyiapkan tes rapid antigen Covid-19 kepada pengunjung. Sebagai langkah pencegahan penyebaran virus. Namun, regulasi itu butuh biaya tinggi. Jika dibebankan ke wisatawan, praktis traffic pengunjung anjlok.

"Sebaiknya Satgas Penanganan Covid-19 di masing-masing objek wisata diminta menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat berupa 3M. Di antaranya mencuci tangan dengan sabun, mengenakan masker, dan menjaga jarak," bebernya.

Selama ini, sejumlah objek wisata air di Kecamatan Polanharjo dan Tulung, didominasi wisatawan luar daerah. Di antaranya Kota Solo, Jogja, dan Boyolali.

“Saya sampaikan lagi, jangan seperti terjadi kasus seperti di India. Ini bisa menjadi bahan evaluasi bersama. Terutama untuk wisata air, agar menerapkan prokes secara ketat. Pengelola setempat harus berkomunikasi dan berkoordinasi dengan Satgas Penanganan Covid-19 tingkat kecamatan,” imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Klaten Sri Mulyani membenarkan jika objek wisata pada libur Lebaran tetap buka. Hanya saja, tetap menaati prokes sesuai SE PPKM mikro.

“Saya harap prokes di objek wisata air lebih diperketat. Sementara untuk satgas, intensifkan patroli ke wilayah-wilayah. Sekarang tinggal satgasnya, mau menindaklanjuti seperti apa?” katanya. (ren/nik)

(rs/ren/fer/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news