alexametrics
Minggu, 13 Jun 2021
radarsolo
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

Jelang PTM Juli, Sekolah di Solo Siapkan Sarpras, Kelas hingga Kantin

11 Mei 2021, 07: 00: 59 WIB | editor : Perdana

Seorang siswi tengah mencuci tangan sebelum masuk ke dalam kelas saat uji coba PTM yang digelar di SMPN 25 Surakarta, beberapa waktu lalu.

Seorang siswi tengah mencuci tangan sebelum masuk ke dalam kelas saat uji coba PTM yang digelar di SMPN 25 Surakarta, beberapa waktu lalu. (M. IHSAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO - Persiapan pembelajaran tatap muka (PTM) Juli mendatang mulai dipersiapkan pihak sekolah dan Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta. Sekolah mulai mematangkan sarana prasarana (sarpras) penunjang protokol kesehatan (prokes) dan kurikulum. Di sisi lain, orang tua juga mendorong agar PTM bisa berjalan dengan mengutamakan keamanan. 

Kepala SMPN 20 Surakarta Liliek Sri Wahyuti mengatakan, semakin jauh jarak tempuh sekolah memberikan dampak positif. Karena salah satu syarat simulasi PTM mengharuskan orang tua mengantar jemput. Sehingga tidak ada siswa yang berangkat sendiri ataupun menggunakan kendaraan umum. Namun demikian, ada pula kekurangannya. Yakni tingkat partisipasi siswa yang kurang. 

"Kami tidak ada masalah, karena otomatis jaraknya jauh dan orang tua juga siap mengantar jemput. Tidak boleh naik angkutan maupun berangkat sendiri," terangnya. 

Baca juga: Didatangi Pangdam, Bupati Optimistis Proyek Lanjut

Ruang kelas sekolah sementara ini hanya untuk 12 rombongan belajar (rombel). Dan hanya digunakan 8 ruang sesuai rombel, dengan diisi setengah dari kapasitas kelas. Saat ini, pihaknya telah memasuki fase kedua. Karena kelas IX sudah selesai dan tinggal menunggu pengumuman kelulusan. Sehingga simulasi PTM dilanjutkan siswa kelas VIII fase pertama. 

"Sekolah yang di Widuran kami gunakan sebagai gudang. Karena memang SMPN 20 itu besar. Lalu karena kami di sini sudah setahun, kami sesuaikan saja. Jadi dua minggu ini simulasi PTM kelas VIII.  Setelah itu baru memasukkan kelas VII. Sedangkan kelas VIII PJJ (pembelajaran jarak jauh), karena ruangannya belum memenuhi. Tapi kalau nanti Juli memang harus PTM, kami buat sif," terangnya. 

Liliek mengaku tidak masalah dengan sistem sif. Ini agar siswa tetap terfasilitasi balajar dengan pendampingan guru. Siswa akan digembeleng untuk pembiasaan perilaku baru yang taat protokol kesehatan (prokes), pembatasan perilaku, bangun pagi, maupun mengenakan seragam. Dan siswa wajib mengenakan masker dan faceshield.

Kepala SDN Cemara 2 Surakarta Eni Idayati mengatakan, pihaknya telah memenuhi ceklis kesiapan sekolah untuk mengikuti PTM. Termasuk telah ditandatangani pengawas, komite, serta kepala sekolah. Sekolah juga terus mematangkan sarpras penunjang prokes. Seperti westafel di tiap kelas, handsanitizer, penanda dan lainnya. Bahkan kantin sehat sekolah. 

"Kami sudah menyiapkan diri untuk simulasi PTM. Mulai dari sarana prasarana, alur pembelajaran luring, dan alur antar jemput. Kami juga sudah membuat tim satgas Covid-19 sekolah untuk memantau penerapan pembiasaan perilaku baru," katanya. 

Eni menjelaskan, ceklis kesiapan juga sudah terpenuhi 100 persen. Termasuk permohonan izin dan kesanggupan orang tua untuk mengantar jemput anak. Meski masih ada 3-4 siswa yang belum mendapatkan izin lantaran orang tua masih takut akan penularan Covid-19. Ada pula siswa sendiri yang takut PTM karena sudah lama tidak belajar di sekolah.

"Di tiap kelas hanya diisi sekitar 12 siswa dengan empat rombel. Tiap rombel akan kami bagi menjadi dua kelas agar enak mengajarnya," terangnya. 

Terpisah, SD Muhammadiyah 1 Ketelan juga rutin melakukan penyemprotan sekolah jelang PTM. Kepala SD Muhammadiyah 1 Ketelan Sri Sayekti mengatakan, penyemprotan berkala dilakukan untuk memastikan keamanan sekolah.

Selain itu, sekolah terus memantapkan kembali persiapan standar operational prosedur (SOP) protokol kesehatan selama PTM. Sehingga ketika nanti siswa melaksanakan PTM, dapat berjalan lancar. Sebelumnya sekolah telah menayangkan video prokes maupun terbitkan buku panduan prokes. 

"Jadi memang sebelumnya kami sudah tayangkan video prokes dan terbitkan buku panduan prokes. Harapannya bisa dipahami oleh semua anak. Dengan simulasi ini diharapkan semua anak jadi paham betul dengan PTM nanti. Karena kemarin kan hanya menyaksikan dari rumah," jelasnya. (rgl/nik/ria)

(rs/rgl/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news