alexametrics
Minggu, 13 Jun 2021
radarsolo
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

Pandemi Merebak, Kampus Intens Pantau Mahasiswa & Dosen di Luar Negeri

11 Mei 2021, 11: 00: 59 WIB | editor : Perdana

Dekan Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Samanhudi

Dekan Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Samanhudi

Share this      

SOLO - Pemantauan mahasiswa maupun dosen yang berada di luar negeri dilakukan oleh kampus. Terutama bagi mahasiswa yang mengikuti kegiatan internship atau magang di instansi luar negeri. Serta dosen yang menempuh pendidikan lanjutan ke luar negeri. 

Dekan Fakultas Pertanian (FP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Samanhudi mengatakan, masih ada mahasiswa yang mengikuti program intership ke luar negeri dan sebagian sudah ada yang pulang. Tahun ini masih ada sembilan mahasiswa masih di Jepang.

“Kalau pemantauannya setiap saat kami koordinasi dengan perwakilan pihak Jepang di Indonesia. Kebetulan kantornya berada di Solo. Jadi kami bisa memantau perkembangannya dari waktu ke waktu,” terangnya.

Baca juga: Kisah Mahasiswa Program Internship yang Harus Lebaran di Luar Negeri

Sembilan mahasiswa tersebut menjalani magang di dua perusahaan. Jadwal kepulangan para mahasiswa ini sudah diatur pertengahan tahun ini. Yakni, empat mahasiswa dengan jadwal kepulangan Juni dan lima mahasiswa pulang Agustus. Kampus juga memastikan kondisi para mahasiswa aman. 

Wakil Rektor I Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta Bidang Kemahasiswaan I Nyoman Sukerna mengatakan, ada mahasiswanya yang menempuh internship magang di Jerman. Selain itu, ada dosen ISI Surakarta sedang menempuh pendidikan lanjutan di Belanda. Nyoman mengaku, komunikasi dan pemantauan dilakukan secara berkala. 

“Dosen yang masih belajar di Belanda ini tinggal menyelesaikan tugas Akhir. Kondisinya juga baik. Kami mewanti-wanti agar menjaga kesehatan karena masih di masa pandemi,” terangnya. 

Kampus juga menyediakan tim khusus yang bertanggung jawab dalam pemantauan mahasiswa maupun dosen yang sedang belajar di luar negeri. Baik kegiatan internship maupun pendidikan lainnya. Di sisi lain, pemantauan juga dilakukan bagi mahasiswa asing yang belajar di ISI Surakarta. 

Tak hanya bagi mahasiswa program internship dan dosen, pemantauan juga dilakukan bagi mahasiswa asing yang kuliah di ISI Surakarta. Saat ini, masih ada empat mahasiswa asing, terdiri dari dua mahasiswa program S1 asal Meksiko dan Grenada. Kemudia program short class asal Jepang dan satu mahasiswa program S3 asal Amerika. 

“Sedangkan mahasiswa reguler tidak ada. Kami sempat memintakan beasiswa ke menlu, tapi tidak cair. Kemudian untuk 16 mahasiswa asing program darmawisata sudah pulang semua. Selain itu, kami ada pemantauan khusus berkoordinasi dengan kantor urusan internasional untuk memantau mahasiswa dan dosen di luar negeri. Termasuk peneliti yang mau penelitian ke sini. Tapi tahun ini masih kosong," terangnya. 

Sementara itu, Kepala International Office (IO) Universitas Sebelas Maret (UNS) Yudi Sastroredjo mengatakan, sejak pandemi, tidak ada mahasiswa yang mengikuti pertukaran di luar negeri. Termasuk mahasiswa yang mengikuti program LPDP saat ini tidak ada. Izin international mobility dan exchange belum dibuka lagi dari pemerintah pusat sejak pandemi merebak.

“Sedangkan mahasiswa internasional ada 42 orang. Tidak ada yang dipulangkan. Namun, ada yang mahasiswa asal Jepang inisiatif pribadi berdasarkan imbauan dan prediksi pemerintah Jepang memilih pulang," terangnya. 

Selain itu, IO UNS juga rutin koordinasi dengan mahasiswa asing. Baik melalui daring secaa berkala. IO UNS juga memberikan dua kali bantuan berupa paket sembako, uang tunai dan nutrisi serta multivitamin. Yudi mengatakan mahasiswa asing juga mengikuti perkuliahan secara daring. 

“Kalaupun mereka mau pulang, harus ada pelaporan ke kita. Lapornya karena terkait keimigrasiannya. Selain itu, kondisi mereka saat ini juga sehat dan mematuhi prokes di sini," terangnya. (rgl/bun/ria)

(rs/rgl/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news